Lebak, Banten — (BP), Polemik di tubuh Pemerintah Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan publik. mendapat kritik keras dari Koalisi Aktivis Banten Maju usai dinilai mempertontonkan sikap tidak pantas terhadap Wakil Bupati di hadapan publik.
Koordinator Koalisi Aktivis Banten Maju, , menilai tindakan tersebut mencederai etika kepemimpinan dan berpotensi merusak marwah pemerintahan daerah.

“Perilaku seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Ketika seorang kepala daerah mempermalukan wakilnya di ruang publik, itu menunjukkan lemahnya integritas dan kedewasaan dalam memimpin,” ujar Arie dalam keterangannya.
Menurutnya, hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah seharusnya dibangun atas dasar profesionalitas dan saling menghormati, bukan justru menjadi tontonan yang merendahkan di depan masyarakat.
Koalisi Aktivis Banten Maju menilai peristiwa ini sebagai preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan daerah. Mereka mengingatkan bahwa sikap pejabat publik memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Atas dasar itu, koalisi mendesak untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta agar partai segera memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi serta mempertimbangkan sanksi tegas di internal partai.
“Partai politik harus menunjukkan komitmen terhadap etika publik. Jika dibiarkan, ini akan menjadi contoh buruk dan mencoreng citra partai di mata masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arie menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah ruang untuk mempertontonkan arogansi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kehormatan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun dari internal PDIP terkait polemik tersebut.
Koalisi Aktivis Banten Maju memastikan akan terus mengawal kasus ini dan mendorong transparansi serta akuntabilitas, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Editor|Yudistira














