Menu

Otomatis
Breaking News

Daerah

Hentikan Perang Narasi, Kembalikan Persoalan pada Fakta dan Hukum

badge-check

Hentikan Perang Narasi, Kembalikan Persoalan pada Fakta dan HukumPerbesar

Oleh: Yudistira Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (BARALAK NUSANTARA)

Ada satu hal yang menurut saya harus kita pahami bersama dalam menyikapi polemik yang muncul dari unggahan akun TikTok “Abah 80” yang belakangan dipersoalkan oleh sejumlah wartawan, aktivis, dan LSM di Banten.

Saya ingin memulai dari satu prinsip sederhana: kritik terhadap wartawan, media, aktivis, maupun LSM adalah sesuatu yang sah dalam negara demokrasi.

Tidak Ada Profesi yang Kebal terhadap Kritik

Wartawan bukan manusia tanpa kesalahan. LSM juga bukan lembaga yang seluruhnya pasti benar. Aktivis pun bisa melakukan kekeliruan. Bahkan lembaga negara sekalipun tidak boleh menutup diri dari kritik masyarakat.

Tetapi persoalannya menjadi berbeda ketika kritik terhadap oknum kemudian digeneralisasi menjadi penilaian terhadap seluruh profesi.

Inilah yang menurut saya perlu kita dudukkan secara jernih. Kami berdiri untuk kepentingan publik. Kami akan membela wartawan ketika wartawan menjalankan fungsi jurnalistik secara benar dan menghadapi upaya pembungkaman.

Kami akan membela aktivis dan LSM ketika mereka menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab. Tetapi kami juga akan mengkritik wartawan, aktivis, dan LSM apabila terbukti melakukan kesalahan.

Begitu pula terhadap pemerintah, aparat, perusahaan, maupun siapa pun.

Standarnya harus sama: fakta, kepentingan publik, dan hukum.

Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk menghentikan perang narasi yang tidak produktif.

Jika ada persoalan, buka datanya. Jika ada tuduhan, buktikan. Jika ada pelanggaran, laporkan melalui mekanisme hukum. Jika tidak terbukti, jangan terus dipelihara menjadi stigma.

Begitu pula kepada kawan-kawan pers, aktivis, dan LSM: jangan alergi terhadap kritik. Jika ada oknum yang melakukan kesalahan, mari kita koreksi bersama. Marwah profesi tidak akan terjaga dengan membela kesalahan, melainkan dengan keberanian untuk mengatakan: yang benar kita bela, yang salah kita koreksi.

Pada akhirnya, ruang publik harus menjadi tempat untuk menguji fakta, bukan ruang untuk saling menghakimi.

Yang kita butuhkan bukan siapa yang paling keras berteriak.

Yang kita butuhkan adalah siapa yang paling mampu membuktikan kebenarannya.

Biarkan hukum bekerja berdasarkan fakta dan aturan, bukan emosi. Jika ada dugaan pelanggaran, tempuh jalur yang tersedia. Jika tidak terbukti, semua pihak harus menghormati hasil pemeriksaan.

Yudistira Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (BARALAK NUSANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Puluhan Wartawan, Aktivis, dan LSM Tempuh Jalur Hukum Terkait Unggahan Akun TikTok “Abah 80”

25 Agu 2026 - 10:34 WIB

Puluhan Wartawan, Aktivis, dan LSM Tempuh Jalur Hukum Terkait Unggahan Akun TikTok “Abah 80”

Dinsos Lebak Tegaskan Sekolah Rakyat Tetap Berjalan, KPM Terpapar Judol Bisa Diusulkan Kembali

24 Agu 2026 - 08:45 WIB

Dinsos Lebak Tegaskan Sekolah Rakyat Tetap Berjalan, KPM Terpapar Judol Bisa Diusulkan Kembali

Kemarau Panjang, BAZNAS Banten Gerak Cepat Kirim 32 Ribu Liter Air ke Cipanas

22 Agu 2026 - 10:05 WIB

Kemarau Panjang, BAZNAS Banten Gerak Cepat Kirim 32 Ribu Liter Air ke Cipanas

King Badak Desak Pidsus Kejari Lebak, BSPS Cipanas Jangan Diam Usut Sampai Tuntas

22 Agu 2026 - 08:46 WIB

King Badak Desak Pidsus Kejari Lebak, BSPS Cipanas Jangan Diam Usut Sampai Tuntas

Pemkab Lebak Dorong UMKM Naik Kelas, Legalitas Usaha Jadi Perhatian

22 Agu 2026 - 08:15 WIB

Pemkab Lebak Dorong UMKM Naik Kelas, Legalitas Usaha Jadi Perhatian

BLUD Dinkes Lebak Didalami Kejari, AMMCB Minta Pemeriksaan Tuntas dan Transparan

21 Agu 2026 - 15:12 WIB

BLUD Dinkes Lebak Didalami Kejari, AMMCB Minta Pemeriksaan Tuntas dan Transparan

Bupati Lebak Buka Grand Launching Keraton UMKM Lebak Ruhay

21 Agu 2026 - 10:26 WIB

Bupati Lebak Buka Grand Launching Keraton UMKM Lebak Ruhay

Robby Sumantri Jayabaya Maju Tanpa Pesaing, Jadi Calon Tunggal Ketua Kadin Lebak Periode 2026–2031

4 Agu 2026 - 06:30 WIB

Robby Sumantri Jayabaya Maju Tanpa Pesaing, Jadi Calon Tunggal Ketua Kadin Lebak Periode 2026–2031
Trending Advetorial