LEBAK – BANTENPOPULER.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait semrawutnya jaringan kabel internet di Kabupaten Lebak berlangsung memanas di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (15/7/2026). RDP dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, atas aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Cendekiawan Banten (AMMCB).
Rapat dihadiri perwakilan Diskominfo, Bapenda, Satpol PP, PLN, ICON+, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Namun, suasana memanas setelah perwakilan APJII, Asep, mengaku hanya menggantikan ketua yang berhalangan hadir dan tidak mengetahui substansi RDP.

“Saya hanya mewakili APJII, sebab ketuanya sedang ada kesibukan lain,” ujarnya.
Ketegangan kembali terjadi saat perwakilan PLN dan ICON+ belum dapat memberikan jawaban tegas terkait penanganan kabel internet yang menempel di tiang utilitas milik PLN.
“Kami tidak bisa langsung melakukan pemutusan terhadap kabel internet yang memakai tiang milik PLN karena ada prosedur yang harus ditempuh,” kata perwakilan PLN.
Koordinator AMMCB, Sapnudi, menyayangkan ketidakhadiran para penyedia jasa internet. Menurutnya, lebih dari 13 perusahaan internet beserta Ketua APJII telah diundang, namun tidak satu pun hadir.
“Forum RDP ini seharusnya menghasilkan solusi, tetapi justru tidak ditanggapi oleh para pengusaha internet. Kami meminta DPRD segera menjadwalkan ulang RDP dengan menghadirkan seluruh provider,” tegas Sapnudi.
Kekecewaan serupa disampaikan Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (BRALAK Nusantara), Yudistira. Ia menilai ketidakhadiran para pengusaha internet menunjukkan rendahnya komitmen dalam menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan para pengusaha internet yang diundang tidak hadir. Padahal forum ini menjadi kesempatan untuk menjelaskan legalitas jaringan sekaligus mencari solusi atas semrawutnya kabel yang membahayakan masyarakat. Kami berharap seluruh provider hadir pada RDP berikutnya,” ujar Yudistira.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, memastikan DPRD akan segera mengagendakan ulang RDP dengan menghadirkan seluruh pihak yang berkepentingan.
“Secepatnya kita agendakan kembali RDP ini. Semua pihak yang telah diundang kami harapkan hadir agar persoalan ini dapat diselesaikan secara menyeluruh,” kata Juwita.
RDP ditutup dalam suasana kondusif. DPRD berharap pertemuan lanjutan dapat menghasilkan langkah konkret dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi demi keselamatan masyarakat dan penataan wajah Kota Rangkasbitung.
Editir: BabtenPopuler.com













