LEBAK, BantenPopuler.com – Proyek revitalisasi SMP Negeri 4 Gunungkencana, Kabupaten Lebak, kini berada di bawah radar pengawasan publik. Pasalnya, proyek bernilai fantastis Rp953.953.000 yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini diduga kuat sarat dengan kejanggalan, baik dari sisi kualitas teknis maupun tata kelola di lapangan.
Berdasarkan papan informasi resmi, proyek ini sejatinya dilaksanakan melalui mekanisme Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Secara regulasi, skema ini mewajibkan pihak sekolah mengelola anggaran dan pekerjaan secara swakelola guna memberdayakan masyarakat serta menekan efisiensi biaya. Namun, fakta yang ditemukan Tim Investigasi di lapangan pada Selasa (7/7/2026) justru memperlihatkan narasi yang bertolak belakang.

Pembesian Kolom Asal-asalan: Taruhan Nyawa Siswa?
Dari pantauan visual langsung di lokasi pembangunan, pengerjaan struktur beton bertulang pembesian tiang kolom diduga keras tidak mengikuti spesifikasi teknis (spek) baku. Jarak pemasangan begel/sengkang (besi cincin pengikat tulangan utama) terlihat dipasang sangat renggang dan tidak beraturan, jauh dari standar kelayakan gambar kerja konstruksi nasional.
Padahal, secara ilmu sipil, sengkang berfungsi krusial menahan gaya geser dan menjaga stabilitas bangunan dari risiko ambruk. Struktur yang rapuh di area sekolah sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan para siswa di masa depan demi meraup keuntungan material semata.
Saat dikonfirmasi mengenai temuan fatal tersebut, Kepala SMPN 4 Gunungkencana berdalih bahwa bagian yang menjadi sorotan kini telah diperbaiki.
“Saat ini sudah diperbaiki, insya Allah sesuai dengan spek yang ada,” klaim Kepala Sekolah kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Kendati diklaim telah diperbaiki, publik tidak bisa percaya begitu saja. Diperlukan audit forensik bangunan secara menyeluruh serta pembuktian dokumen teknis oleh dinas terkait untuk memastikan apakah struktur bangunan tersebut benar-benar aman dan sesuai dengan uang rakyat yang dikucurkan.
Munculnya Sosok ‘WN’:
Siapa Pengendali Bayangan Swakelola Ini?
Kejanggalan terbesar justru mengarah pada aspek manajemen proyek. Investigasi mendalam ke lingkaran internal sekolah dan warga sekitar menguak fakta mengejutkan: seluruh rantai pasok material hingga teknis eksekusi lapangan diduga dikendalikan penuh oleh seorang pengusaha lokal berinisial WN.
“Semua tamu atau pihak luar yang datang ke lokasi diarahkan untuk satu pintu menemui WN,” ungkap salah seorang sumber internal sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Keterangan senada juga diamini oleh warga sekitar yang menyaksikan aktivitas harian proyek. Peran dominan WN ini memicu pertanyaan besar. Jika proyek ini berstatus Swakelola P2SP, mengapa ada figur pengusaha luar yang bertindak laksana kontraktor tunggal? Apakah komite P2SP hanya dijadikan ‘tameng’ formalitas di atas kertas?
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya mengejar konfirmasi resmi dari WN untuk memberikan hak jawabnya terkait dugaan intervensi ini.
Ke Mana Konsultan Pengawas dan Dinas Pendidikan?
Sistem pengawasan harian pada proyek senilai nyaris satu miliar ini kini dipertanyakan keefektifannya. Publik berhak menuntut transparansi:
-
Di mana fungsi kontrol dari Konsultan Pengawas dan Dinas Pendidikan Lebak sejak awal batu pertama diletakkan
-
Mengapa pembiaran struktur pembesian yang renggang bisa terjadi jika pengawasan harian berjalan optimal?
-
Apa dasar hukum dan keterikatan antara panitia P2SP sekolah dengan sosok WN hingga ia bisa mengatur sirkulasi logistik proyek negara tersebut?
BantenPopuler.com berkomitmen mengawal penuh kasus ini secara berimbang dan tajam. Pada bagian berikutnya, redaksi akan membedah aliran pengadaan material, struktur legalitas pembentukan P2SP SMPN 4 Gunungkencana, serta menuntut ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk turun ke lapangan memeriksa potensi kerugian negara.
(Bersambung ke Bagian II)
Editor: BantenPopuler.com











