Menu

Mode Gelap
Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma 5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Banten

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

badge-check


					Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan Perbesar

Serang — RAPBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3,29 triliun menuai sorotan publik. Pasalnya, porsi belanja pegawai disebut masih mendominasi dibandingkan anggaran untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) Maret 2026, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Serang tercatat mencapai 847.092 jiwa dari total 1,74 juta penduduk. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Serang.

design4223

Selain persoalan kemiskinan, angka pengangguran juga masih menjadi perhatian. Sejumlah kalangan menilai daya serap tenaga kerja lokal belum optimal sehingga berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan pengalihan anggaran rumah dinas sebesar Rp300 juta untuk program rumah tidak layak huni (Rutilahu) dinilai belum mampu menjawab kebutuhan warga secara menyeluruh. Pasalnya, masih terdapat ribuan unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan.

Sorotan juga diarahkan pada penggunaan anggaran kegiatan rapat dan sewa hotel di tengah kondisi keuangan daerah yang disebut terbatas.

Tokoh masyarakat Kabupaten Serang, Abah Elang Mangkubumi, berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya penanganan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Banten Corruption Watch, Agus Suryaman, menilai struktur RAPBD 2026 perlu dievaluasi agar anggaran pembangunan dan pelayanan publik dapat lebih optimal.

Dalam RAPBD 2026, belanja modal tercatat sekitar Rp70,99 miliar atau jauh lebih kecil dibandingkan belanja pegawai yang mencapai sekitar 79,3 persen dari total anggaran daerah.

Editor: Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih

29 Juni 2026 - 13:12 WIB

Screenshot 20260629 201051 ChatGPT

Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit

29 Juni 2026 - 11:24 WIB

Screenshot 20260629 182932 ChatGPT

GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma

28 Juni 2026 - 10:11 WIB

Screenshot 20260628 170718 ChatGPT

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat

24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Screenshot 20260624 173718 ChatGPT

Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

23 Juni 2026 - 16:03 WIB

Deretan truk pengangkut material tambang galian C melintas di jalan Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang menjadi sorotan aktivis karena dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan

Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa

23 Juni 2026 - 04:16 WIB

Screenshot 20260623 111531 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum
Trending Banten