Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Banten

Wacana Penghapusan Pemilihan Langsung Dinilai Mengingkari Kedaulatan Rakyat

badge-check


					Wacana Penghapusan Pemilihan Langsung Dinilai Mengingkari Kedaulatan Rakyat Perbesar

Bantenpopuler.com – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala eksekutif melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah mundur dalam demokrasi dan berpotensi mengingkari hak dasar rakyat dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.

Dalam pernyataan tertulisnya, Abah Elang Mangkubumi menegaskan bahwa selama ini rakyat kerap dijadikan jargon politik dalam pidato, slogan, dan baliho, namun justru disisihkan ketika menyangkut inti kedaulatan, yakni hak memilih pemimpin secara langsung.

design4223

“Rakyat disebut, tetapi ditinggalkan,” tegasnya.

Menurutnya, dalih stabilitas dan efisiensi yang digunakan untuk membenarkan pemilihan melalui DPR justru merupakan bentuk pengerdilan demokrasi yang dibungkus secara rapi. Ia menilai, logika tersebut seolah menggambarkan rakyat sebagai pihak yang tidak layak dipercaya menentukan masa depan sendiri, sehingga seluruh keputusan diserahkan kepada elite politik tanpa ruang koreksi publik.

Abah Elang menekankan bahwa pemilihan langsung bukan sekadar prosedur teknis, melainkan pengakuan atas martabat rakyat yang lahir dari sejarah panjang perjuangan demokrasi. Mengembalikan proses tersebut ke ruang tertutup dinilainya sama dengan mengulang masa lalu, meskipun dengan bahasa yang lebih halus dan kemasan yang lebih modern.

 

Ia juga mengingatkan bahwa legitimasi kekuasaan menjadi faktor krusial di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks. Menurutnya, krisis ekonomi, sosial, dan politik tidak mungkin dihadapi oleh kepemimpinan yang lahir tanpa mandat rakyat yang jujur dan terbuka.

“Legitimasi sejati hanya tumbuh dari kepercayaan rakyat, bukan dari lobi-lobi politik,” ujarnya.

Sebagai refleksi global, Abah Elang menyinggung sejumlah negara yang mengalami kemunduran serius akibat menyempitnya demokrasi. Venezuela, Mesir pasca Arab Spring, Myanmar, hingga Sri Lanka disebut sebagai contoh bagaimana kekuasaan yang menjauh dari suara rakyat justru berujung pada krisis berkepanjangan, konflik, hingga keruntuhan legitimasi negara.

“Tidak ada satu pun negara yang runtuh karena rakyatnya terlalu bebas. Yang ada, negara runtuh karena kekuasaan terlalu takut pada suara warganya sendiri,” tambahnya.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa kesabaran rakyat bukanlah tanda kepasrahan. Ketika suara yang sah terus dikecilkan, diamnya rakyat bisa menjadi jeda panjang sebelum munculnya arah baru dalam perjalanan bangsa. “Kekuasaan yang menjauh dari rakyat akan kehilangan pijakan, dan legitimasi yang dipaksakan akan runtuh oleh waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer

18 Juni 2026 - 09:51 WIB

Screenshot 20260618 164941 ChatGPT

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

8 Juni 2026 - 05:24 WIB

Screenshot 20260608 122028 ChatGPT

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery
Trending Banten