Menu

Otomatis
Breaking News

Editors Pick

Mengapa Korupsi Sulit Diberantas? Ini Akar Persoalannya

badge-check

Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu.Perbesar

Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu.

Jakarta – Korupsi di Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, berakar dari sikap mental yang keliru, bukan semata dari lemahnya aturan atau sistem pengawasan. Banyak pelaku korupsi justru tampil rapi, berwajah ramah, dan lantang berbicara soal integritas, namun sikap dan tindakannya bertolak belakang dengan nilai kejujuran.

Ketua Umum LSM Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB), Dede Mulyana, menegaskan bahwa persoalan korupsi merupakan kegagalan membangun karakter, terutama di kalangan pejabat dan pemegang kekuasaan.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya soal lemahnya pengawasan, tetapi kegagalan membangun sikap dan mental. Jabatan diperlakukan sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai amanah,” ujar Dede Mulyana dalam rilisnya.

Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana

Menurutnya, kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat justru sering disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan kelompok. Anggaran dimanipulasi, kewenangan diperdagangkan, dan program publik dijadikan ajang bancakan.

Ironisnya, praktik tersebut kerap ditutupi oleh budaya pencitraan. Prestasi dipoles lewat baliho besar dan slogan-slogan manis, sementara di balik layar terjadi manipulasi anggaran, suap, serta penyalahgunaan wewenang. Citra dijadikan topeng, sedangkan sikap jujur dan tanggung jawab ditinggalkan.

Dede Mulyana menilai, pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya mengandalkan penindakan hukum. Hukuman berat dan penjara memang penting, namun tidak akan menyentuh akar persoalan jika tidak dibarengi perubahan sikap dan mentalitas.

“Pendidikan integritas, keteladanan pemimpin, dan keberanian berkata benar harus menjadi fondasi utama. Tanpa itu, korupsi hanya akan berganti pelaku, bukan berhenti,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran publik. Rakyat kini semakin kritis dan tidak mudah percaya pada simbol, janji, atau pencitraan semu. Yang diharapkan adalah sikap nyata: kejujuran dalam bertindak, kesederhanaan dalam hidup, serta keberanian menolak korupsi meski ada kesempatan.

Selama sikap masih dikalahkan oleh pencitraan, korupsi akan terus menemukan ruang. Indonesia sejatinya tidak kekurangan aturan dan lembaga pengawas, namun masih kekurangan teladan.

Perubahan sejati, kata Dede, tidak lahir dari baliho atau slogan, melainkan dari sikap. Karena korupsi berawal dari sikap, maka pemberantasannya pun harus dimulai dari sikap.

editor: bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

23 Sep 2026 - 17:38 WIB

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

23 Sep 2026 - 15:38 WIB

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

Aksi Damai Badak Banten Perjuangan di Mapolres Tangsel, Soroti Dugaan Uang Rp5 Juta dan Penanganan Kasus Laka Tronton

22 Sep 2026 - 13:28 WIB

Aksi Damai Badak Banten Perjuangan di Mapolres Tangsel, Soroti Dugaan Uang Rp5 Juta dan Penanganan Kasus Laka Tronton

Proyek Revitalisasi SDN 1 Curug Badak Disorot, Sekolah Tegaskan Pekerjaan Sesuai Spek

22 Sep 2026 - 10:48 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 1 Curug Badak Disorot, Sekolah Tegaskan Pekerjaan Sesuai Spek

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

21 Sep 2026 - 15:37 WIB

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Pemerintah dan Wakil Rakyat Lebak Mati Rasa!” Yudistira Kecam Keras Pembiaran Tragedi Kebakaran Rumah Guru Ngaji di Sajira

21 Sep 2026 - 14:07 WIB

Pemerintah dan Wakil Rakyat Lebak Mati Rasa!” Yudistira Kecam Keras Pembiaran Tragedi Kebakaran Rumah Guru Ngaji di Sajira

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat

21 Sep 2026 - 11:25 WIB

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat

Geger SDN Bojong Leles 2, Siswa Kelas 3 Diduga Ditampar Guru: Orang Tua Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

21 Sep 2026 - 08:06 WIB

Geger SDN Bojong Leles 2, Siswa Kelas 3 Diduga Ditampar Guru: Orang Tua Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan
Trending Headline