Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Nasional

Mengapa Korupsi Sulit Diberantas? Ini Akar Persoalannya

badge-check


					Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu. Perbesar

Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu.

Jakarta – Korupsi di Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, berakar dari sikap mental yang keliru, bukan semata dari lemahnya aturan atau sistem pengawasan. Banyak pelaku korupsi justru tampil rapi, berwajah ramah, dan lantang berbicara soal integritas, namun sikap dan tindakannya bertolak belakang dengan nilai kejujuran.

Ketua Umum LSM Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB), Dede Mulyana, menegaskan bahwa persoalan korupsi merupakan kegagalan membangun karakter, terutama di kalangan pejabat dan pemegang kekuasaan.

design4223

“Fenomena ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya soal lemahnya pengawasan, tetapi kegagalan membangun sikap dan mental. Jabatan diperlakukan sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai amanah,” ujar Dede Mulyana dalam rilisnya.

ketua umum KPKB Dede Mulyana

Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana

Menurutnya, kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat justru sering disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan kelompok. Anggaran dimanipulasi, kewenangan diperdagangkan, dan program publik dijadikan ajang bancakan.

Ironisnya, praktik tersebut kerap ditutupi oleh budaya pencitraan. Prestasi dipoles lewat baliho besar dan slogan-slogan manis, sementara di balik layar terjadi manipulasi anggaran, suap, serta penyalahgunaan wewenang. Citra dijadikan topeng, sedangkan sikap jujur dan tanggung jawab ditinggalkan.

Dede Mulyana menilai, pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya mengandalkan penindakan hukum. Hukuman berat dan penjara memang penting, namun tidak akan menyentuh akar persoalan jika tidak dibarengi perubahan sikap dan mentalitas.

“Pendidikan integritas, keteladanan pemimpin, dan keberanian berkata benar harus menjadi fondasi utama. Tanpa itu, korupsi hanya akan berganti pelaku, bukan berhenti,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran publik. Rakyat kini semakin kritis dan tidak mudah percaya pada simbol, janji, atau pencitraan semu. Yang diharapkan adalah sikap nyata: kejujuran dalam bertindak, kesederhanaan dalam hidup, serta keberanian menolak korupsi meski ada kesempatan.

Selama sikap masih dikalahkan oleh pencitraan, korupsi akan terus menemukan ruang. Indonesia sejatinya tidak kekurangan aturan dan lembaga pengawas, namun masih kekurangan teladan.

Perubahan sejati, kata Dede, tidak lahir dari baliho atau slogan, melainkan dari sikap. Karena korupsi berawal dari sikap, maka pemberantasannya pun harus dimulai dari sikap.

editor: bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

9 Juni 2026 - 02:20 WIB

Screenshot 20260609 091600 ChatGPT

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Pohon Rimbun di Balong Rancalentah Dikeluhkan Warga, DLH Lebak Diminta Segera Lakukan Pemangkasan

17 Mei 2026 - 12:42 WIB

Kolase foto kawasan Balong Rancalentah di Rangkasbitung dengan desain berita digital bertema keluhan warga terkait pohon rindang yang menutupi lampu jalan.

Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat

14 Mei 2026 - 11:19 WIB

Screenshot 20260514 181859 ChatGPT

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

4 Mei 2026 - 07:42 WIB

Ilustrasi aktivitas tambang batu dengan alat berat dan truk di jalan rusak berlumpur, disertai visual protes masyarakat terhadap kerusakan lingkungan dan dugaan pembiaran hukum
Trending Daerah