Menu

Mode Gelap
Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

Banten

Fasilitas Rawat Inap Puskesmas Ciomas Dinilai Belum Maksimal

badge-check


					Foto dr. Crish Dewanto Kepala Puskesmas Ciomas Perbesar

Foto dr. Crish Dewanto Kepala Puskesmas Ciomas

SERANG, Bantenpopuler.com – Sejumlah warga Kecamatan Ciomas mengeluhkan keterbatasan fasilitas rawat inap di Puskesmas Ciomas. Pasalnya, puskesmas yang menjadi rujukan bagi tiga kecamatan, yakni Ciomas, Pabuaran, dan Padarincang itu, hanya memiliki lima tempat tidur (bed) untuk pasien rawat inap.

 

Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan jumlah pasien yang datang, terutama pada musim pancaroba ketika kasus penyakit meningkat. Selain terbatasnya jumlah bed, warga juga menyoroti belum adanya pemisahan ruang rawat inap antara pasien laki-laki, perempuan, dan anak-anak.

 

“Pelayanan di Puskesmas Ciomas sebenarnya sudah bagus, petugasnya juga cepat tanggap. Tapi fasilitas rawat inapnya kurang maksimal. Kami berharap ada penambahan ruang dan pemisahan kamar pasien,” ujar salah seorang warga Ciomas yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/10/2025).

 

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, masyarakat mengapresiasi sikap tenaga kesehatan di puskesmas yang tetap melayani dengan baik setiap pasien yang datang untuk berobat.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciomas, Dokter Chris Dewanto, membenarkan bahwa jumlah tempat tidur untuk pasien rawat inap saat ini masih terbatas.

 

“Memang betul, saat ini kami hanya memiliki lima bed untuk rawat inap. Jadi kalau jumlah pasien meningkat, kami sering kewalahan karena ruangnya tidak mencukupi,” ujar Dokter Chris Dewanto saat dihubungi wartawan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk menjadi perhatian ke depan. Terlebih, jumlah pasien di Puskesmas Ciomas terus meningkat setiap tahunnya.

 

“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan prima meskipun dengan keterbatasan fasilitas. Mudah-mudahan ke depan bisa ada penambahan ruang rawat inap agar masyarakat dapat terlayani lebih optimal,” tuturnya.

 

Puskesmas Ciomas merupakan salah satu puskesmas yang melayani masyarakat di wilayah Serang bagian selatan dan menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi warga dari tiga kecamatan di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten

11 Februari 2026 - 06:08 WIB

Ilustrasi somasi BARALAK kepada Kepala Dinas LHK Provinsi Banten terkait dugaan pungutan ilegal pengurusan dokumen lingkungan.

Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data

10 Februari 2026 - 08:19 WIB

Investigasi Dana BOS SMK Swasta di Tangerang Raya oleh BARALAK Nusantara

BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks

8 Februari 2026 - 09:16 WIB

Ilustrasi surat mutasi ASN palsu berstempel hoaks di Kabupaten Lebak

Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara

7 Februari 2026 - 19:11 WIB

Kegiatan bakti sosial dan edukasi sejarah DPW MOI Banten dalam rangka HPN 2026 di Situs Salakanagara, Pandeglang

BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS

6 Februari 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pengawasan BPI KPNPA RI terhadap sekolah SMK berizin kedaluwarsa yang diduga tetap menerima Dana BOS di Provinsi Banten

Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

4 Februari 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi surat resmi Dindikbud Banten dengan kesalahan penulisan jabatan Sekertaris yang menuai kritik aktivis.
Populer Banten
Verified by MonsterInsights