BantenPopuler.com – Dari Negeri Beruang Merah, Rusia, apresiasi dan doa mengalir untuk H. Fahmi Hakim, Ketua DPRD Provinsi Banten, yang resmi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Seluruh Indonesia (ADPSI). Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Abah Elang Mangkubumi, tokoh Majlis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran, melalui pernyataan resminya.
Abah Elang menyebut bahwa kabar terpilihnya Fahmi Hakim sebagai Sekjen ADPSI bukan hanya membanggakan masyarakat Banten, tetapi juga menjadi simbol hadirnya pemimpin daerah yang memiliki integritas, visi jernih, serta keberanian dalam memperkuat marwah demokrasi daerah.

“Dari Rusia, tanah yang dikenal dengan keteguhan karakter dan kekuatan peradabannya, saya menyampaikan rasa bangga yang besar. Terpilihnya beliau adalah bukti bahwa bangsa ini masih memiliki pemimpin yang amanah dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ungkap Abah Elang dalam keterangannya.
Ia juga menilai bahwa amanah baru yang diemban Fahmi Hakim merupakan momentum strategis untuk menghadirkan penguatan sistem demokrasi daerah. Abah Elang menyebut sedikitnya tiga harapan besar yang ia titipkan untuk Sekjen ADPSI yang baru:
- Penguatan wibawa DPRD se-Indonesia agar fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan kembali berpijak pada kepentingan rakyat sebagai penuntun utama.
- Terbangunnya harmonisasi kebijakan pusat dan daerah sehingga pembangunan berjalan seimbang dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
- Meningkatnya soliditas nasional antar-DPRD, menghadirkan satu suara daerah yang lebih padu dalam memengaruhi kebijakan strategis pemerintahan.
Sebagai pelayan umat di Majlis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran, Abah Elang juga menyampaikan doa agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada Fahmi Hakim dalam menjalankan amanahnya, serta menjadikan setiap kebijakan yang lahir membawa keberkahan bagi masyarakat Indonesia.
“Dari Rusia, Negara Beruang Merah, saya mengirimkan salam hormat dan keyakinan bahwa amanah ini akan menjadi jalan pengabdian yang lebih luas bagi bangsa,” tutup Abah Elang.
editor: Yudistira





















