Menu

Mode Gelap
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

berita

Baralak Nusantara: Tidak Ada Intimidasi, Y Datang sebagai Orang Tua, Bukan Membawa Organisasi

badge-check


					Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi. Perbesar

Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi.

LEBAK | Bantenpopuler.comPernyataan viral dari akun TikTok King Kobra yang menuding adanya tindakan intimidasi oleh oknum LSM Baralak Nusantara terhadap salah seorang pegawai Baperidda Kabupaten Lebak, mendapat tanggapan tegas dari Sekretaris Jenderal Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Hasan Basri, S.Pd.I.

Hasan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung menggiring opini publik secara keliru. Menurutnya, kedatangan Y — yang disebut dalam video tersebut — bukan atas nama organisasi Baralak Nusantara, melainkan murni sebagai orang tua dari RU, seorang penyandang disabilitas yang sedang menghadapi persoalan pribadi.

design4223

“Kita harus pisahkan konteksnya. Y datang ke rumah IH bukan sebagai perwakilan organisasi, tetapi sebagai orang tua yang merasa khawatir terhadap anaknya. Jadi tidak ada hubungannya dengan Baralak Nusantara,” tegas Hasan, yang akrab disapa Acong, Jumat (31/10/2025).

Hasan menjelaskan, dari keterangan RU sendiri, IH merupakan pegawai Baperidda yang disebutnya terlibat dalam kejadian yang sedang dipersoalkan. Kekhawatiran itulah yang mendorong Y untuk mendatangi rumah IH, semata-mata untuk meminta klarifikasi atas pengakuan anaknya tersebut.

“Hal ini diperkuat dengan rekaman percakapan antara Y dan IH saat pertemuan itu terjadi. Dalam rekaman tersebut, tidak ada nada intimidatif, tidak ada ancaman. Semuanya berlangsung dalam konteks kekhawatiran seorang orang tua terhadap anaknya,” ujar Acong menambahkan.

Hasan juga menegaskan bahwa organisasi Baralak Nusantara memiliki mekanisme resmi dalam menyikapi setiap persoalan publik. Pihaknya selalu mengirimkan surat resmi dan menempuh jalur administratif yang sah apabila organisasi hendak turun tangan dalam suatu kasus.

“Baralak Nusantara selalu tertib administrasi. Kami selalu bersurat resmi dalam menyikapi persoalan apapun. Tidak mungkin anggota kami melakukan tindakan di luar mekanisme organisasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Acong menyayangkan munculnya pernyataan dari pihak-pihak lain yang menurutnya justru memperkeruh suasana, termasuk pernyataan dari organisasi kemahasiswaan KUMALA yang menilai kasus ini secara emosional tanpa melihat fakta objektif di lapangan.

“KUMALA itu organisasi akademis. Harusnya punya sikap intelektual dalam melihat persoalan. Jangan mudah terbawa arus opini publik yang belum tentu benar,” ujar Acong.

Hasan juga mengkritik unggahan akun TikTok King Kobra yang menyebut Y sudah menjadi tersangka. Menurutnya, informasi itu menyesatkan dan merupakan bentuk penggiringan opini publik yang tidak bertanggung jawab.

“Pernyataan seperti itu sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta hukum. Jangan karena ingin viral lalu mengorbankan kebenaran,” tandasnya.

Hasan menegaskan kembali, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi terhadap siapapun. Organisasi ini, katanya, akan tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip hukum, etika sosial, dan tertib administrasi dalam setiap langkahnya.

“Kami tegaskan sekali lagi, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi. Dan Y datang ke rumah IH murni sebagai orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya, bukan membawa nama organisasi,” kata Acong lagi.

Editor| bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat

24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Screenshot 20260624 173718 ChatGPT

Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

23 Juni 2026 - 16:03 WIB

Deretan truk pengangkut material tambang galian C melintas di jalan Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang menjadi sorotan aktivis karena dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan

Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa

23 Juni 2026 - 04:16 WIB

Screenshot 20260623 111531 ChatGPT

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat

14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Screenshot 20260614 195335 Gallery

AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

8 Juni 2026 - 05:24 WIB

Screenshot 20260608 122028 ChatGPT

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery
Trending Daerah