Menu

Mode Gelap
Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan BARALAK Siap Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pungutan Rp10–15 Juta per Dokumen di Dinas LHK Banten Disorot Tajam Dua Proyek APBD Banten Akan di Laporkan Aktivis ke APH, Baralak: Infrastruktur Bermasalah Ancam Keselamatan Publik BPI KPNPA RI Banten Soroti Dugaan Korupsi Pengadaan Panel Interaktif Rp43 Miliar di Disdik Kota Tangerang Aktivis IMALA Desak Disnaker Investigasi Dugaan Lemahnya K3 di Port Cemindo Baru Rampung, Ruas Jalan Maja–Citeras Kembali Rusak, Aktivis Soroti Kualitas Proyek Rp5,8 Miliar

Banten

Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan

badge-check


					Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan Perbesar

BANTENPOPULER.COM – Tokoh masyarakat Abah Elang Mangkubumi menyampaikan kritik ideologis terhadap arah pembangunan nasional yang dinilai semakin teknokratis dan berorientasi program, namun berpotensi mengabaikan fondasi kebudayaan bangsa.
Dalam pernyataan tertulisnya, Abah Elang menegaskan bahwa Indonesia tidak didirikan sebagai sekadar proyek administratif, melainkan sebagai bangsa yang lahir dari peradaban dan nilai-nilai luhur.

“Hari ini negara bergerak cepat melalui berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Secara teknis, ini dapat dipahami sebagai upaya memperkuat kesejahteraan rakyat. Namun pertanyaannya, apakah pembangunan masih berpijak pada jiwa kebudayaan bangsa, atau tenggelam dalam logika teknokratis semata?” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh semata-mata berorientasi pada distribusi pangan dan perputaran ekonomi tanpa disertai pembinaan karakter dan penguatan identitas kebangsaan.

Pancasila Bukan Statistik

Abah Elang mengingatkan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas Pancasila, bukan sekadar angka-angka statistik pembangunan.
Ia menyoroti Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai penegasan bahwa manusia Indonesia adalah manusia berbudaya. “Beradab berarti memiliki nilai, akar sejarah, dan karakter. Jika pembangunan hanya mengejar kesejahteraan material, tanpa ketahanan identitas, maka yang tumbuh hanyalah kemajuan fisik tanpa kekuatan jiwa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Sila Persatuan Indonesia lahir dari kesadaran kolektif sejarah, tradisi, bahasa, dan nilai luhur Nusantara, bukan semata dari program bantuan sosial.

Lebih lanjut, ia merujuk pada amanat UUD 1945 Pasal 32 yang memerintahkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. “Itu mandat konstitusi, bukan sekadar hiasan pidato,” katanya.

Mengingatkan Ajaran Trisakti

Abah Elang turut mengutip ajaran Trisakti yang disampaikan Presiden pertama RI, Soekarno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Bagian ekonomi dan politik sering kita kutip. Namun ‘berkepribadian dalam kebudayaan’ justru terasa terpinggirkan hari ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa program MBG dapat memperkuat fisik generasi muda, dan koperasi desa mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Namun tanpa strategi kebudayaan yang sistematis seperti pendidikan karakter berbasis sejarah, pelindungan bahasa daerah, penguatan masyarakat adat, serta revitalisasi seni dan tradisi, pembangunan dinilai bergerak tanpa ruh.

“Ekonomi tanpa budaya melahirkan pasar. Bangsa tanpa budaya kehilangan jiwa,” ungkapnya.

Teguran Ideologis

Abah Elang menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bentuk penolakan terhadap program kesejahteraan rakyat. Ia menyebutnya sebagai peringatan ideologis agar arah pembangunan tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945.

“Indonesia merdeka bukan untuk menjadi negara teknokratis yang sibuk menghitung angka, tetapi bangsa yang tegak dengan jati dirinya. Jika program mengalahkan kebudayaan, maka pembangunan kehilangan jiwa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BARALAK Siap Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pungutan Rp10–15 Juta per Dokumen di Dinas LHK Banten Disorot Tajam

27 Februari 2026 - 11:42 WIB

Tampak depan Kantor DLHK Provinsi Banten dengan latar pepohonan hijau, dilengkapi headline “Somasi tidak digubris, Baralak siapkan langkah hukum” serta subjudul dugaan pungutan Rp10–15 juta per dokumen.

Dua Proyek APBD Banten Akan di Laporkan Aktivis ke APH, Baralak: Infrastruktur Bermasalah Ancam Keselamatan Publik

26 Februari 2026 - 07:33 WIB

Dua Proyek APBD Banten Disorot Aktivis Antikorupsi

BPI KPNPA RI Banten Soroti Dugaan Korupsi Pengadaan Panel Interaktif Rp43 Miliar di Disdik Kota Tangerang

25 Februari 2026 - 00:09 WIB

Ketua DPW BPI KPNPA RI Banten bersama tim investigasi menyoroti dugaan penyimpangan proyek pengadaan panel interaktif Rp43 miliar di Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Aktivis IMALA Desak Disnaker Investigasi Dugaan Lemahnya K3 di Port Cemindo

24 Februari 2026 - 20:56 WIB

Baru Rampung, Ruas Jalan Maja–Citeras Kembali Rusak, Aktivis Soroti Kualitas Proyek Rp5,8 Miliar

24 Februari 2026 - 18:23 WIB

Ketua Umum Baralak Nusantara berdiri di depan papan proyek Rekonstruksi Jalan Maja–Citeras dengan latar kondisi jalan retak dan rusak.

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Semester II 2025, Ini Daftar Entitas yang Diperiksa

24 Februari 2026 - 16:15 WIB

Trending Banten