Bantenpopuler.com – Keputusan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari Abah Elang Mangkubumi, Pembina Padepokan Majlis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran.

Dalam pernyataannya yang diterima Bantenpopuler.com, Minggu (10/11/2025), Abah Elang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo atas langkah bersejarah yang mengembalikan makna kepahlawanan pada esensi keadilan dan kemanusiaan.
“Keputusan mulia ini bukan hanya sebuah penghargaan terhadap seorang buruh perempuan yang berani memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga penegasan moral bahwa negara berdiri di atas nilai keadilan sosial dan kemanusiaan,” ujar Abah Elang.
Menurutnya, penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional merupakan simbol keberanian negara untuk berpihak pada suara rakyat kecil. Marsinah, seorang buruh pabrik asal Sidoarjo yang gugur pada tahun 1993, telah menjadi ikon perjuangan kelas pekerja dan simbol keteguhan perempuan Indonesia dalam menegakkan hak-haknya.
“Marsinah adalah nur keadilan yang lahir dari kesunyian rakyat kecil. Ketika banyak memilih diam, ia berbicara. Ketika ketakutan menjadi budaya, ia melangkah dengan keberanian,” tutur Abah Elang.
Ia menilai langkah Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepemimpinan yang berani dan berjiwa rakyat, serta sebagai peneguhan bahwa kepahlawanan tidak hanya milik mereka yang mengangkat senjata, tetapi juga mereka yang memperjuangkan kebenaran dengan nurani.
“Langkah Presiden H. Prabowo Subianto dalam menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menunjukkan kepemimpinan yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat kecil,” tegasnya.
Lebih jauh, Abah Elang mengaitkan perjuangan Marsinah dengan nilai spiritual yang diajarkan di Padepokan Majlis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran. Ia menyebut Marsinah sebagai contoh nyata dari dzikir dalam tindakan mengingat Tuhan melalui keberanian menegakkan keadilan di tengah penindasan.
“Bagi kami, sosok Marsinah adalah cerminan dzikir yang tidak berhenti di bibir, tetapi diwujudkan dalam tindakan. Ia perempuan suci yang teguh pendirian dan tak gentar melawan ketidakadilan,” katanya.
Abah Elang berharap penetapan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran nasional tentang pentingnya keberanian moral dan penghormatan terhadap hak-hak rakyat kecil.
“Kami meyakini keputusan Presiden Prabowo ini akan menjadi warisan moral bagi bangsa, bahwa keadilan sosial dan penghormatan terhadap rakyat kecil adalah fondasi Indonesia yang berdaulat dan beradab,” ujarnya menutup pernyataan.
“Dari suara yang dibungkam, lahirlah nur keadilan bagi bangsa.”
Keputusan ini, menurut Abah Elang, bukan hanya mengenang sosok Marsinah, tetapi juga menyalakan kembali semangat keberanian bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan di bumi Indonesia.





















