Menu

Mode Gelap
Deki Setiawan Diisolasi di Sel Maximum Security, Baralak Nusantara: Ini Bukan Pembinaan, Ini Dugaan Pelanggaran HAM Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun Sidang Praperadilan Temi J. Putra di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kejanggalan Administratif Gunung Pinang Dikeruk Lagi: Ketika Segel Negara Tak Lagi Bertaring Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif LSM NIL “Kunci” Kasus Tambang Cihara, Desak Polda Banten Buka Terang: Jangan Ada Ruang Gelap

Ekonomi

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

badge-check


					Studi yang dirilis Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara hingga Rp1,75 triliun per minggu akibat makanan terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis. (bantenpopuler.com) Perbesar

Studi yang dirilis Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara hingga Rp1,75 triliun per minggu akibat makanan terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis. (bantenpopuler.com)

bantenpopuler.com Studi internal yang dirilis oleh Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara yang sangat besar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam skenario maksimal, potensi makanan yang terbuang diperkirakan mencapai Rp1,75 triliun setiap minggu.

Temuan tersebut menyoroti risiko pemborosan anggaran apabila program MBG tidak dikelola dengan tata kelola yang baik, terutama saat pemerintah menargetkan cakupan hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

design4223

Peneliti Celios, Isnawati Hidayah, menjelaskan bahwa dalam skenario maksimal, potensi makanan yang terbuang dapat mencapai sekitar 175 juta porsi per minggu. Jika dikonversi ke nilai anggaran, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp1,75 triliun dana negara yang berpotensi terbuang setiap pekan.

“Potensi pemborosan ini muncul apabila distribusi, kualitas makanan, dan penerimaan anak-anak terhadap menu yang disediakan tidak dikelola secara optimal,” ujar Isnawati dalam laporan studi tersebut.

Dalam skenario khusus pada Februari 2026, Celios juga mencatat potensi uang yang terbuang masih berada pada kisaran Rp1,7 triliun per minggu apabila program berjalan pada skala maksimal.

Penelitian Celios mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berpotensi menyebabkan makanan dari program MBG tidak dikonsumsi oleh penerima manfaat, di antaranya:

  1. Cita rasa makanan tidak sesuai selera anak-anak.
  2. Masalah higienitas dapur umum dan proses distribusi.
  3. Kualitas dan standar gizi makanan yang dipertanyakan.

Menurut Celios, faktor-faktor tersebut dapat memicu tingginya angka makanan yang tidak dimakan dan akhirnya terbuang.

Celios Desak Audit dan Reformasi Program

Melihat potensi pemborosan yang sangat besar, Celios merekomendasikan agar pemerintah melakukan moratorium sementara terhadap program MBG guna melakukan evaluasi menyeluruh.

Selain itu, lembaga tersebut juga mendesak adanya audit terbuka dan transparansi anggaran agar pengelolaan program dapat lebih akuntabel serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Studi ini menjadi perhatian serius karena program MBG saat ini tengah berupaya mencapai target 82,9 juta penerima manfaat, yang menjadikannya salah satu program sosial terbesar yang dibiayai negara dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan nilai anggaran yang sangat besar, Celios menilai penguatan tata kelola, pengawasan distribusi, serta kualitas makanan menjadi faktor krusial agar program tersebut tidak justru menimbulkan pemborosan anggaran negara.

Sumber: Center of Economics and Law Studies

Editor | Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Sidang Praperadilan Temi J. Putra di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kejanggalan Administratif

22 April 2026 - 10:58 WIB

Screenshot 20260422 175708 Gallery

Gunung Pinang Dikeruk Lagi: Ketika Segel Negara Tak Lagi Bertaring

21 April 2026 - 01:20 WIB

Aktivitas alat berat di lokasi tambang ilegal kawasan Gunung Pinang, Serang, Banten, yang kembali beroperasi meski sempat disegel polisi.

Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif

18 April 2026 - 09:04 WIB

IMG 20260418 160022

LSM NIL “Kunci” Kasus Tambang Cihara, Desak Polda Banten Buka Terang: Jangan Ada Ruang Gelap

16 April 2026 - 18:55 WIB

Screenshot 20260417 015409 ChatGPT

Dugaan Pungli Disnaker Lebak: Modus “Biaya Perjalanan Dinas” Disorot Aktivis

16 April 2026 - 06:34 WIB

Screenshot 20260416 133218 ChatGPT

Pemantauan Alih Fungsi Lahan Sawah, Kantah Cilegon Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan

15 April 2026 - 15:44 WIB

Screenshot 20260415 224329 Gallery

Umsaroh, S.Pd Siap Pimpin PGRI Cibadak, Usung Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

15 April 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260415 195948 Gallery
Trending Advetorial