Menu

Mode Gelap
Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

Ekonomi

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

badge-check


					Studi yang dirilis Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara hingga Rp1,75 triliun per minggu akibat makanan terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis. (bantenpopuler.com) Perbesar

Studi yang dirilis Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara hingga Rp1,75 triliun per minggu akibat makanan terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis. (bantenpopuler.com)

bantenpopuler.com Studi internal yang dirilis oleh Center of Economics and Law Studies (Celios) pada Februari 2026 mengungkap potensi kerugian negara yang sangat besar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam skenario maksimal, potensi makanan yang terbuang diperkirakan mencapai Rp1,75 triliun setiap minggu.

Temuan tersebut menyoroti risiko pemborosan anggaran apabila program MBG tidak dikelola dengan tata kelola yang baik, terutama saat pemerintah menargetkan cakupan hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

design4223

Peneliti Celios, Isnawati Hidayah, menjelaskan bahwa dalam skenario maksimal, potensi makanan yang terbuang dapat mencapai sekitar 175 juta porsi per minggu. Jika dikonversi ke nilai anggaran, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp1,75 triliun dana negara yang berpotensi terbuang setiap pekan.

“Potensi pemborosan ini muncul apabila distribusi, kualitas makanan, dan penerimaan anak-anak terhadap menu yang disediakan tidak dikelola secara optimal,” ujar Isnawati dalam laporan studi tersebut.

Dalam skenario khusus pada Februari 2026, Celios juga mencatat potensi uang yang terbuang masih berada pada kisaran Rp1,7 triliun per minggu apabila program berjalan pada skala maksimal.

Penelitian Celios mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berpotensi menyebabkan makanan dari program MBG tidak dikonsumsi oleh penerima manfaat, di antaranya:

  1. Cita rasa makanan tidak sesuai selera anak-anak.
  2. Masalah higienitas dapur umum dan proses distribusi.
  3. Kualitas dan standar gizi makanan yang dipertanyakan.

Menurut Celios, faktor-faktor tersebut dapat memicu tingginya angka makanan yang tidak dimakan dan akhirnya terbuang.

Celios Desak Audit dan Reformasi Program

Melihat potensi pemborosan yang sangat besar, Celios merekomendasikan agar pemerintah melakukan moratorium sementara terhadap program MBG guna melakukan evaluasi menyeluruh.

Selain itu, lembaga tersebut juga mendesak adanya audit terbuka dan transparansi anggaran agar pengelolaan program dapat lebih akuntabel serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Studi ini menjadi perhatian serius karena program MBG saat ini tengah berupaya mencapai target 82,9 juta penerima manfaat, yang menjadikannya salah satu program sosial terbesar yang dibiayai negara dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan nilai anggaran yang sangat besar, Celios menilai penguatan tata kelola, pengawasan distribusi, serta kualitas makanan menjadi faktor krusial agar program tersebut tidak justru menimbulkan pemborosan anggaran negara.

Sumber: Center of Economics and Law Studies

Editor | Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery

Bangun Sinergitas dengan Aktivis dan Media, Direktur PT HMD Putra Mahakarya Banten Dorong Pelaku Usaha Lengkapi Legalitas

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Screenshot 20260521 202756 ChatGPT

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Jelang Iduladha 2026, Pedagang Hewan Kurban di Lebak Pastikan Sapi dan Kambing Sudah Lolos Pemeriksaan

18 Mei 2026 - 12:06 WIB

Screenshot 20260518 190401 Gallery

DPW Badak Banten Siap Kawal Program Bang Andra Pemprov Banten

18 Mei 2026 - 06:34 WIB

Screenshot 20260518 133330 ChatGPT
Trending Daerah