Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Banten

“KETUA YAYASAN YASMITA JAYA” Disebut Aktivis Terlibat Pusaran Sengketa Lahan Tunjung Teja, Dinilai Cederai Nilai Pendidikan

badge-check

Ilustrasi editorial menggambarkan ketegangan sengketa lahan di Tunjung Teja dan polemik pengelolaan Rawa Enang. Visual menampilkan simbol konflik agraria, penegakan hukum, serta sorotan aktivis terhadap aspek integritas dan tata kelola kewenangan. (Gambar: Ilustrasi Bantenpopuler.com)Perbesar

Ilustrasi editorial menggambarkan ketegangan sengketa lahan di Tunjung Teja dan polemik pengelolaan Rawa Enang. Visual menampilkan simbol konflik agraria, penegakan hukum, serta sorotan aktivis terhadap aspek integritas dan tata kelola kewenangan. (Gambar: Ilustrasi Bantenpopuler.com)

SERANG | Bantenpopuler.com — Sengketa lahan di wilayah Tunjung Teja kembali menjadi sorotan publik setelah seorang aktivis menilai polemik tersebut beririsan dengan tata kelola aset dan nilai-nilai integritas dunia pendidikan. Selain itu, kontroversi pengembalian lahan 10 hektar yang diklaim sebagai kawasan Rawa Enang juga dipersoalkan karena dinilai menyangkut kewenangan pengelolaan sumber daya air.

Aktivis dari Aliansi Banten Maju, Ari Cahyadi, menyampaikan pernyataan langsung yang menyinggung dugaan keterlibatan Ketua Yayasan Yasmita Jaya dalam pusaran sengketa lahan Tunjung Teja, yang menurutnya berimplikasi moral.

“Kami menilai keterlibatan Ketua Yayasan Yasmita Jaya dalam pusaran sengketa lahan di Tunjung Teja mencederai nilai-nilai luhur dunia pendidikan, terlebih karena yang bersangkutan dikenal sebagai pemilik Universitas Pamulang. Dunia pendidikan seharusnya menjadi contoh integritas, bukan justru terseret konflik agraria,” tegas Ari.

Persoalan Kewenangan Lahan Rawa Enang

Dalam pernyataan yang sama, Ari juga menyoroti pengembalian lahan 10 hektar dari PT Jaya Perkasa Sasmita kepada Pemerintah Provinsi Banten yang diklaim sebagai kawasan Rawa Enang. Ia menilai langkah tersebut berpotensi keliru dari sisi kewenangan.

“Jika merujuk regulasi, wilayah sungai strategis nasional merupakan kewenangan pusat. Pengembalian lahan semestinya mengikuti aturan tersebut agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi,” ujarnya.

Ari merujuk ketentuan pengelolaan sumber daya air yang berada di bawah otoritas pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ia menjelaskan bahwa verifikasi kewenangan dapat dilakukan melalui sistem informasi resmi pemerintah yang memuat peta wilayah sungai strategis nasional.

Permintaan Klarifikasi dan Transparansi

Menurut Ari, polemik ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai proses administrasi dan pengawasan. Karena itu, pihaknya mengaku telah mengajukan permintaan klarifikasi kepada instansi terkait agar persoalan menjadi terang.

“Kami meminta klarifikasi resmi agar semua proses transparan dan akuntabel. Ini penting demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan tata kelola pemerintahan dan pendidikan berjalan sesuai hukum,” katanya.

Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk membuka data hasil investigasi lapangan dan berdialog dengan pemangku kebijakan sebagai bentuk kontrol sosial.

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Respons Cepat Aspirasi Warga, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari Fasilitasi Warga Girilaya Berobat ke RSUD

5 Nov 2026 - 10:47 WIB

Respons Cepat Aspirasi Warga, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari Fasilitasi Warga Girilaya Berobat ke RSUD

Denge Dulur Jadi Penutup Bakti Pemuda 2026, Aspirasi Tiga Desa Cipanas Disampaikan ke Pemkab Lebak

5 Nov 2026 - 04:54 WIB

Denge Dulur Jadi Penutup Bakti Pemuda 2026, Aspirasi Tiga Desa Cipanas Disampaikan ke Pemkab Lebak

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

4 Nov 2026 - 12:36 WIB

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

4 Nov 2026 - 05:02 WIB

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!
Trending Banten