Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

Baralak Nusantara: Tidak Ada Intimidasi, Y Datang sebagai Orang Tua, Bukan Membawa Organisasi

badge-check

Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi.Perbesar

Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi.

LEBAK | Bantenpopuler.com — Pernyataan viral dari akun TikTok King Kobra yang menuding adanya tindakan intimidasi oleh oknum LSM Baralak Nusantara terhadap salah seorang pegawai Baperidda Kabupaten Lebak, mendapat tanggapan tegas dari Sekretaris Jenderal Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Hasan Basri, S.Pd.I.

Hasan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung menggiring opini publik secara keliru. Menurutnya, kedatangan Y — yang disebut dalam video tersebut — bukan atas nama organisasi Baralak Nusantara, melainkan murni sebagai orang tua dari RU, seorang penyandang disabilitas yang sedang menghadapi persoalan pribadi.

“Kita harus pisahkan konteksnya. Y datang ke rumah IH bukan sebagai perwakilan organisasi, tetapi sebagai orang tua yang merasa khawatir terhadap anaknya. Jadi tidak ada hubungannya dengan Baralak Nusantara,” tegas Hasan, yang akrab disapa Acong, Jumat (31/10/2025).

Hasan menjelaskan, dari keterangan RU sendiri, IH merupakan pegawai Baperidda yang disebutnya terlibat dalam kejadian yang sedang dipersoalkan. Kekhawatiran itulah yang mendorong Y untuk mendatangi rumah IH, semata-mata untuk meminta klarifikasi atas pengakuan anaknya tersebut.

“Hal ini diperkuat dengan rekaman percakapan antara Y dan IH saat pertemuan itu terjadi. Dalam rekaman tersebut, tidak ada nada intimidatif, tidak ada ancaman. Semuanya berlangsung dalam konteks kekhawatiran seorang orang tua terhadap anaknya,” ujar Acong menambahkan.

Hasan juga menegaskan bahwa organisasi Baralak Nusantara memiliki mekanisme resmi dalam menyikapi setiap persoalan publik. Pihaknya selalu mengirimkan surat resmi dan menempuh jalur administratif yang sah apabila organisasi hendak turun tangan dalam suatu kasus.

“Baralak Nusantara selalu tertib administrasi. Kami selalu bersurat resmi dalam menyikapi persoalan apapun. Tidak mungkin anggota kami melakukan tindakan di luar mekanisme organisasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Acong menyayangkan munculnya pernyataan dari pihak-pihak lain yang menurutnya justru memperkeruh suasana, termasuk pernyataan dari organisasi kemahasiswaan KUMALA yang menilai kasus ini secara emosional tanpa melihat fakta objektif di lapangan.

“KUMALA itu organisasi akademis. Harusnya punya sikap intelektual dalam melihat persoalan. Jangan mudah terbawa arus opini publik yang belum tentu benar,” ujar Acong.

Hasan juga mengkritik unggahan akun TikTok King Kobra yang menyebut Y sudah menjadi tersangka. Menurutnya, informasi itu menyesatkan dan merupakan bentuk penggiringan opini publik yang tidak bertanggung jawab.

“Pernyataan seperti itu sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta hukum. Jangan karena ingin viral lalu mengorbankan kebenaran,” tandasnya.

Hasan menegaskan kembali, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi terhadap siapapun. Organisasi ini, katanya, akan tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip hukum, etika sosial, dan tertib administrasi dalam setiap langkahnya.

“Kami tegaskan sekali lagi, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi. Dan Y datang ke rumah IH murni sebagai orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya, bukan membawa nama organisasi,” kata Acong lagi.

Editor| bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BBP Desak Propam Polda Metro Jaya Bongkar Dugaan Kejanggalan Penanganan Laka Lantas “Tragedi 24 Agustus Cisauk”

27 Sep 2026 - 04:25 WIB

BBP Desak Propam Polda Metro Jaya Bongkar Dugaan Kejanggalan Penanganan Laka Lantas “Tragedi 24 Agustus Cisauk”

Peduli Jurnalis yang Hilang, Kapolres Lebak Sambangi Keluarga M. Bagus Khoirunnas

26 Sep 2026 - 09:59 WIB

Peduli Jurnalis yang Hilang, Kapolres Lebak Sambangi Keluarga M. Bagus Khoirunnas

HUT ke-9 HIPAKAD Banten: Asmail Tegaskan Komitmen Pengabdian, Siapkan Bakti Sosial hingga Bedah Rumah

25 Sep 2026 - 06:58 WIB

HUT ke-9 HIPAKAD Banten: Asmail Tegaskan Komitmen Pengabdian, Siapkan Bakti Sosial hingga Bedah Rumah

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

23 Sep 2026 - 17:38 WIB

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

23 Sep 2026 - 15:38 WIB

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

23 Sep 2026 - 14:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

Aksi Damai Badak Banten Perjuangan di Mapolres Tangsel, Soroti Dugaan Uang Rp5 Juta dan Penanganan Kasus Laka Tronton

22 Sep 2026 - 13:28 WIB

Aksi Damai Badak Banten Perjuangan di Mapolres Tangsel, Soroti Dugaan Uang Rp5 Juta dan Penanganan Kasus Laka Tronton

Proyek Revitalisasi SDN 1 Curug Badak Disorot, Sekolah Tegaskan Pekerjaan Sesuai Spek

22 Sep 2026 - 10:48 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 1 Curug Badak Disorot, Sekolah Tegaskan Pekerjaan Sesuai Spek
Trending Headline