Menu

Mode Gelap
Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312 Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum Guru Jadi Korban Jalan Hancur, Warga Tuding Keras Aktivitas Galian Batu di Kp Sengkol Kec. Curugbitung

berita

Baralak Nusantara: Tidak Ada Intimidasi, Y Datang sebagai Orang Tua, Bukan Membawa Organisasi

badge-check


					Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi. Perbesar

Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri S.Pd.I, menegaskan bahwa tuduhan intimidasi yang dilontarkan melalui akun TikTok King Kobra tidak berdasar. Ia memastikan Y datang sebagai orang tua, bukan mewakili organisasi.

LEBAK | Bantenpopuler.comPernyataan viral dari akun TikTok King Kobra yang menuding adanya tindakan intimidasi oleh oknum LSM Baralak Nusantara terhadap salah seorang pegawai Baperidda Kabupaten Lebak, mendapat tanggapan tegas dari Sekretaris Jenderal Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Hasan Basri, S.Pd.I.

Hasan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung menggiring opini publik secara keliru. Menurutnya, kedatangan Y — yang disebut dalam video tersebut — bukan atas nama organisasi Baralak Nusantara, melainkan murni sebagai orang tua dari RU, seorang penyandang disabilitas yang sedang menghadapi persoalan pribadi.

design4223

“Kita harus pisahkan konteksnya. Y datang ke rumah IH bukan sebagai perwakilan organisasi, tetapi sebagai orang tua yang merasa khawatir terhadap anaknya. Jadi tidak ada hubungannya dengan Baralak Nusantara,” tegas Hasan, yang akrab disapa Acong, Jumat (31/10/2025).

Hasan menjelaskan, dari keterangan RU sendiri, IH merupakan pegawai Baperidda yang disebutnya terlibat dalam kejadian yang sedang dipersoalkan. Kekhawatiran itulah yang mendorong Y untuk mendatangi rumah IH, semata-mata untuk meminta klarifikasi atas pengakuan anaknya tersebut.

“Hal ini diperkuat dengan rekaman percakapan antara Y dan IH saat pertemuan itu terjadi. Dalam rekaman tersebut, tidak ada nada intimidatif, tidak ada ancaman. Semuanya berlangsung dalam konteks kekhawatiran seorang orang tua terhadap anaknya,” ujar Acong menambahkan.

Hasan juga menegaskan bahwa organisasi Baralak Nusantara memiliki mekanisme resmi dalam menyikapi setiap persoalan publik. Pihaknya selalu mengirimkan surat resmi dan menempuh jalur administratif yang sah apabila organisasi hendak turun tangan dalam suatu kasus.

“Baralak Nusantara selalu tertib administrasi. Kami selalu bersurat resmi dalam menyikapi persoalan apapun. Tidak mungkin anggota kami melakukan tindakan di luar mekanisme organisasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Acong menyayangkan munculnya pernyataan dari pihak-pihak lain yang menurutnya justru memperkeruh suasana, termasuk pernyataan dari organisasi kemahasiswaan KUMALA yang menilai kasus ini secara emosional tanpa melihat fakta objektif di lapangan.

“KUMALA itu organisasi akademis. Harusnya punya sikap intelektual dalam melihat persoalan. Jangan mudah terbawa arus opini publik yang belum tentu benar,” ujar Acong.

Hasan juga mengkritik unggahan akun TikTok King Kobra yang menyebut Y sudah menjadi tersangka. Menurutnya, informasi itu menyesatkan dan merupakan bentuk penggiringan opini publik yang tidak bertanggung jawab.

“Pernyataan seperti itu sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta hukum. Jangan karena ingin viral lalu mengorbankan kebenaran,” tandasnya.

Hasan menegaskan kembali, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi terhadap siapapun. Organisasi ini, katanya, akan tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip hukum, etika sosial, dan tertib administrasi dalam setiap langkahnya.

“Kami tegaskan sekali lagi, Baralak Nusantara tidak pernah melakukan intimidasi. Dan Y datang ke rumah IH murni sebagai orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya, bukan membawa nama organisasi,” kata Acong lagi.

Editor| bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064

Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har

9 Mei 2026 - 02:22 WIB

Barang bukti ratusan butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer hasil pengungkapan Sat Resnarkoba Polres Lebak di Kecamatan Banjarsari

AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten

5 Mei 2026 - 12:20 WIB

Screenshot 20260505 191902 ChatGPT

AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

4 Mei 2026 - 07:42 WIB

Ilustrasi aktivitas tambang batu dengan alat berat dan truk di jalan rusak berlumpur, disertai visual protes masyarakat terhadap kerusakan lingkungan dan dugaan pembiaran hukum

Guru Jadi Korban Jalan Hancur, Warga Tuding Keras Aktivitas Galian Batu di Kp Sengkol Kec. Curugbitung

4 Mei 2026 - 06:53 WIB

Seorang pria mendorong sepeda motor di jalan desa yang rusak dan berlumpur di Guradog, sementara sejumlah siswa sekolah dasar berdiri di pinggir jalan menyaksikan kondisi berbahaya

Ahmad Ludin Resmi Daftarkan Diri Bakal Calon Kades PAW Pamubulan

3 Mei 2026 - 04:00 WIB

IMG 20260503 WA0007

Deki Setiawan Ditempatkan di Sel Maximum Security, AMMCB Soroti Dugaan Ketidakwajaran Sanksi

30 April 2026 - 05:46 WIB

IMG 20260430 WA0021

Tambang Ilegal Mengamuk di Gunung Pinang, AMMCB Murka: Ada ‘Main Mata’?

25 April 2026 - 08:26 WIB

Screenshot 20260425 151721 ChatGPT
Trending Banten