Menu

Mode Gelap
GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma 5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer

Banten

Bandingkan dengan Kang Dedi Mulyadi, Aktivis Lebak Minta Bupati Lebak Segera Sahkan Perbup Jam Operasional Truk Tambang 

badge-check


					Aktivis Lebak, Sapnudi, yang juga Ketua II PP IMALA Bidang Hubungan Masyarakat, Pemerintah, dan Perguruan Tinggi Perbesar

Aktivis Lebak, Sapnudi, yang juga Ketua II PP IMALA Bidang Hubungan Masyarakat, Pemerintah, dan Perguruan Tinggi

Lebak, Bantenpopuler.com — Aktivis Lebak, Sapnudi, yang juga Ketua II PP IMALA Bidang Hubungan Masyarakat, Pemerintah, dan Perguruan Tinggi, menyoroti lemahnya sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam menangani berbagai persoalan lingkungan, khususnya terkait aktivitas pertambangan yang merusak ekosistem dan infrastruktur desa. Ia menilai Pemda Lebak belum menunjukkan ketegasan seperti yang pernah dilakukan mantan Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi, dalam menertibkan tambang liar dan pembangunan yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita lihat bagaimana Kang Dedi Mulyadi dulu berani turun langsung ke lapangan, menutup tambang-tambang ilegal, bahkan menegur perusahaan besar yang merusak lingkungan. Di Lebak, sayangnya, sikap seperti itu belum terlihat,” ujar Sapnudi kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

design4223

 

Sapnudi menegaskan, lemahnya penegakan hukum dan pengawasan tambang di Lebak berdampak langsung terhadap kerusakan alam, banjir, serta hancurnya fasilitas umum. Ia menyebut bahwa banyak lokasi tambang, baik yang berizin maupun tidak, beroperasi tanpa memperhatikan kaidah lingkungan hidup.

“Kita tidak menolak investasi, tapi harus ada keberanian untuk menegakkan aturan. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban, sementara pelaku tambang yang jelas-jelas melanggar dibiarkan,” tambahnya.

 

Lebih jauh, Sapnudi mendorong dengan keras agar Bupati Lebak segera menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang jam operasional truk tambang, sebagai langkah konkret dalam menata lalu lintas tambang dan mengurangi dampak sosial di wilayah pemukiman.

“Ini bukan hal baru, tapi sampai hari ini tidak ada keberanian dari pemerintah daerah untuk mengeluarkan Perbup jam operasional truk tambang. Padahal masyarakat setiap hari terganggu debu, jalan rusak, dan kemacetan akibat aktivitas tambang,” tegas Sapnudi.

 

Menurutnya, Pemda Lebak harus belajar dari langkah progresif Kang Dedi Mulyadi yang berani membuat kebijakan pro-lingkungan dan pro-rakyat. Ia menilai keberanian moral dan politik sangat dibutuhkan agar pemerintah tidak sekadar menjadi penonton di tengah kerusakan yang terus terjadi.

“Kalau Pemda Lebak punya nyali seperti Kang Dedi, kita yakin persoalan tambang dan kerusakan alam bisa dikendalikan. Tapi yang terjadi sekarang, lebih banyak retorika ketimbang aksi,” ujarnya.

 

Di akhir pernyataannya, Sapnudi menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan bersama jaringan aktivis mahasiswa dan masyarakat sipil murni merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib rakyat Lebak, tanpa ada pihak mana pun yang menunggangi atau bisa mengklaim gerakan ini sebagai kepentingannya.

“Ini gerakan nurani, bukan pesanan. Tidak ada yang menunggangi dan tidak ada yang bisa mengklaim. Ini murni suara rakyat Lebak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

16 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260516 WA0136

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT
Trending Banten