Menu

Mode Gelap
Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

Banten

IMALA & IMM Lebak Gelar Aksi Desak Evaluasi Tunjangan DPRD Banten

badge-check


					Izzuddin, selaku koordinator lapangan aksi, saat berorasi di dean gedung DPRD Banten (foto: bantenpopuler.com) Perbesar

Izzuddin, selaku koordinator lapangan aksi, saat berorasi di dean gedung DPRD Banten (foto: bantenpopuler.com)

SERANG, bantenpopuler.com – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bersatu yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Lebak menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Banten. Aksi ini menyoroti tunjangan fantastis anggota DPRD yang dinilai tidak masuk akal dan telah merugikan daerah hingga mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Massa aksi menilai DPRD Banten telah gagal menjalankan amanah rakyat. Alih-alih memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, DPRD justru terjebak dalam praktik pemborosan anggaran melalui tunjangan rumah, transportasi, dan komunikasi yang nilainya jauh dari realitas kebutuhan di lapangan. Padahal, kondisi masyarakat di Banten, khususnya di wilayah Lebak dan Pandeglang, masih terpuruk dalam kemiskinan, fasilitas pendidikan yang memprihatinkan, serta layanan kesehatan yang kian terbatas akibat pemangkasan kuota BPJS.

Izzuddin, selaku koordinator lapangan aksi, menegaskan bahwa tuntutan ini bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan, melainkan suara kritis rakyat yang menuntut transparansi dan keadilan.

“Kita melihat jurang yang sangat dalam antara gaya hidup elit DPRD dengan kondisi rakyat. Tunjangan yang tidak rasional ini jelas bentuk penyalahgunaan uang rakyat. Sementara petani, buruh, dan masyarakat kecil di Lebak dan Pandeglang terus dihimpit biaya hidup, DPRD justru hidup dalam kemewahan yang tidak sejalan dengan semangat representasi rakyat. Ini pengkhianatan terhadap amanah yang harus segera dihentikan,” tegas Izzuddin

Ridwanul Maknunah, Ketua Umum Pengurus Pusat IMALA, menyoroti kontras kondisi masyarakat dengan besarnya anggaran DPRD.

“Hari ini kita menyaksikan fakta yang menyakitkan: pendidikan di Lebak dan Pandeglang masih tertinggal, ruang kelas banyak yang reyot, sementara anak pejabat sekolah di fasilitas mewah. Kesehatan rakyat pun semakin terpuruk karena kuota BPJS dipangkas dari 1 juta menjadi 500 ribu jiwa dengan potongan anggaran Rp19 miliar. Padahal, harga rumah di Kota Serang per tahun hanya berkisar Rp50 juta hingga Rp135 juta. Artinya, tunjangan rumah yang mencapai Rp43 juta hingga Rp49 juta per bulan jelas tidak masuk akal. Dari sisa perhitungan itu, kerugian akibat tiga jenis tunjangan DPRD sudah mencapai lebih dari Rp200 miliar. Angka sebesar ini seharusnya bisa digunakan untuk menyejahterakan masyarakat miskin dan membangun infrastruktur dasar. Ironis sekali, ketika rakyat berjuang untuk bertahan hidup, DPRD justru sibuk menikmati privilese berlebihan,” ungkap Ridwanul.

Sementara itu, Rohidayat, Ketua PC IMM Kabupaten Lebak, menyebut tindakan DPRD sebagai bentuk kedzaliman politik yang lahir dari ketamakan.

“Kami menyebut ini kedzaliman politik. DPRD yang seharusnya mengawal kepentingan rakyat malah menumpuk kekayaan pribadi melalui tunjangan yang tidak masuk akal. Ini ketamakan yang nyata. Rakyat tidak akan tinggal diam. Jika DPRD terus mengabaikan tuntutan ini, maka aksi yang lebih besar akan digelar,” ujar Rohidayat.

Aksi yang digelar hari ini berlangsung damai dengan orasi, teatrikal, dan pembacaan tuntutan rakyat. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bersatu menegaskan bahwa jika DPRD tidak merespons tuntutan secara serius, aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan digelar pada 29 September 2025.

Aliansi menutup aksi dengan penegasan bahwa uang rakyat harus kembali kepada rakyat, bukan menjadi bancakan elit politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten

11 Februari 2026 - 06:08 WIB

Ilustrasi somasi BARALAK kepada Kepala Dinas LHK Provinsi Banten terkait dugaan pungutan ilegal pengurusan dokumen lingkungan.

Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data

10 Februari 2026 - 08:19 WIB

Investigasi Dana BOS SMK Swasta di Tangerang Raya oleh BARALAK Nusantara

BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks

8 Februari 2026 - 09:16 WIB

Ilustrasi surat mutasi ASN palsu berstempel hoaks di Kabupaten Lebak

Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara

7 Februari 2026 - 19:11 WIB

Kegiatan bakti sosial dan edukasi sejarah DPW MOI Banten dalam rangka HPN 2026 di Situs Salakanagara, Pandeglang

BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS

6 Februari 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pengawasan BPI KPNPA RI terhadap sekolah SMK berizin kedaluwarsa yang diduga tetap menerima Dana BOS di Provinsi Banten

Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

4 Februari 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi surat resmi Dindikbud Banten dengan kesalahan penulisan jabatan Sekertaris yang menuai kritik aktivis.
Populer Banten
Verified by MonsterInsights