Menu

Mode Gelap
Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma 5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Daerah

772 Ribu Rakyat Banten Miskin, DPRD Malah Hidup Mewah: Rp 108 Juta per Bulan!

badge-check


					772 Ribu Rakyat Banten Miskin, DPRD Malah Hidup Mewah: Rp 108 Juta per Bulan! Perbesar

SERANG, Bantenpopuler.com – Ironi menyayat hati tengah terjadi di Provinsi Banten. Di saat angka kemiskinan pada Maret 2025 masih tercatat 5,63% atau setara dengan 772,78 ribu jiwa, para wakil rakyat di DPRD Banten justru bergelimang fasilitas dan anggaran jumbo yang digelontorkan dari APBD.

Koordinator Lembaga Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Provinsi Banten, Yogi Prabowo, menegaskan bahwa jika diakumulasikan, gaji dan tunjangan anggota DPRD Banten mencapai hampir Rp 100 juta per bulan per orang.

design4223

“Jumlah itu sungguh tidak masuk akal, bahkan sangat berlebihan bila dibandingkan dengan kondisi rakyat Banten yang masih berkubang dalam kemiskinan,” tegas Yogi dalam keterangannya, Kamis (18/09).

gaji dprs banten3 e1758198986672

Screnshoot bebrapa point rupiah yang akan masuk ke kantrong anggota DPRD Banten tiap bulannya (istimewa)

Yogi yang juga ikut dalam aksi akbar bersama mahasiswa di DPR RI menilai, para wakil rakyat di Banten sudah kehilangan nurani.

“Mereka duduk di kursi empuk ber-AC, padahal hakikatnya adalah pekerja rakyat. Saya minta mereka segera beristigfar dan instropeksi diri, sebab semua fasilitas itu berasal dari keringat rakyat Banten,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, seorang anggota DPRD Banten rata-rata mengantongi Rp 1,3 miliar per tahun atau setara dengan Rp 108.397.613 per bulan, di luar perjalanan dinas. Bahkan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD masih mendapat tambahan fasilitas kendaraan dinas senilai Rp 43 juta per bulan.

“Ini jelas-jelas bentuk pembangkangan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang ditegaskan Presiden Prabowo. Inpres itu jelas memerintahkan agar anggaran negara dimanfaatkan maksimal untuk rakyat, bukan untuk memperkaya pejabat,” tandas Yogi.

Dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025, Presiden Prabowo secara tegas menginstruksikan efisiensi belanja APBN dan APBD sebesar Rp 306,69 triliun.
Di antaranya:

  • Pengurangan Belanja Seremonial

  • Pengurangan Belanja Perjalanan Dinas sebesar 50%

  • Pembatasan Belanja Honorarium, fokus pada kinerja

“Semua poin itu jelas-jelas diabaikan oleh DPRD Banten,” kecam Yogi.

Ancaman Aksi Besar

Lebih lanjut, Yogi menyebut pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Pemprov Banten terkait alokasi anggaran jumbo ini. Jika tak ada respon serius, ia memastikan opsi aksi unjuk rasa besar-besaran tidak bisa dihindari.

“Langkah ini bukan hanya mencederai rasa keadilan, tapi juga menyengsarakan masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Suara kami adalah suara rakyat Banten yang selama ini dimarginalkan oleh sistem yang timpang dan penuh keistimewaan elit,” ujarnya lantang.

Hingga berita ini dipublikasikan, Sekwan DPRD Banten, Subhan, lebih memilih bungkam. Ia enggan menjawab kritik keras publik, seolah diam adalah jalan aman di tengah derasnya sorotan terhadap anggaran ratusan miliar yang mengalir deras ke kantong anggota DPRD.

editor: Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih

29 Juni 2026 - 13:12 WIB

Screenshot 20260629 201051 ChatGPT

Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit

29 Juni 2026 - 11:24 WIB

Screenshot 20260629 182932 ChatGPT

GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma

28 Juni 2026 - 10:11 WIB

Screenshot 20260628 170718 ChatGPT

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat

24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Screenshot 20260624 173718 ChatGPT

Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

23 Juni 2026 - 16:03 WIB

Deretan truk pengangkut material tambang galian C melintas di jalan Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang menjadi sorotan aktivis karena dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan

Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa

23 Juni 2026 - 04:16 WIB

Screenshot 20260623 111531 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum
Trending Banten