Menu

Mode Gelap
Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung Kepala SDN Malabar Bantah Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Cibadak Lebak IMALA Soroti Kualitas Makanan MBG di Lebak, Desak Sidak Dapur dan Penutupan Jika Tak Penuhi Standar

berita

Persatuan Lebih Tinggi dari Alasan, Abah Elang: NU Sedang Diuji Secara Moral

badge-check


					Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh, kiai sepuh, dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo atas terselenggaranya Musyawarah Akbar yang dinilai sarat hikmah, keberanian moral, dan tanggung jawab sejarah dalam menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Perbesar

Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh, kiai sepuh, dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo atas terselenggaranya Musyawarah Akbar yang dinilai sarat hikmah, keberanian moral, dan tanggung jawab sejarah dalam menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

Bantenpopuler.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Abah Elang Mangkubumi, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama saat ini berada pada fase krusial yang tidak lagi membutuhkan banyak penjelasan, melainkan keputusan moral untuk menjaga persatuan jam’iyyah.
Hal itu disampaikan Abah Elang dalam pernyataan tertulisnya yang berjudul “Di Titik Ini, Persatuan Lebih Tinggi dari Alasan”, menyikapi dinamika internal NU pasca Musyawarah Akbar Lirboyo dan pernyataan Rais ‘Aam PBNU terkait ketidakhadiran dalam forum tersebut.
“Pernyataan Rais ‘Aam PBNU patut dihormati sebagai hak personal. Namun dalam tradisi NU, hak personal selalu berada di bawah amanat kolektif jam’iyyah,” tegas Abah Elang.

 

design4223

Menurutnya, Musyawarah Akbar Lirboyo bukan forum spontan, melainkan puncak dari ikhtiar panjang para kasepuhan NU yang telah ditempuh melalui sowan, tabayyun, hingga pertemuan-pertemuan tertutup demi menjaga keutuhan organisasi.
“Ketika ikhtiar sunyi belum berbuah, jamaah memilih mekanisme paling beradab yang dikenal NU, yakni musyawarah terbuka dengan rambu, tenggat, dan etika,” ujarnya.

 

Abah Elang menekankan bahwa amanat musyawarah tersebut sangat jelas, yakni mendahulukan islah dan memberi ruang waktu untuk perdamaian. Jika belum tercapai, masih tersedia mekanisme lanjutan hingga jalan konstitusional terakhir.
“Ini bukan tekanan, apalagi ancaman. Ini adalah tata kelola jam’iyyah. Cara NU menjaga marwahnya agar perbedaan tidak berubah menjadi keterbelahan,” kata dia.

 

Ia menilai, hari ini bukan sekadar batas waktu administratif, melainkan batas etik yang menuntut tindakan menenangkan, bukan sekadar klarifikasi atau pernyataan lanjutan.
“NU hari ini tidak menunggu penegasan posisi. NU menunggu tindakan islah, perjumpaan yang meneduhkan,” jelasnya.

 

Dalam tradisi NU, lanjut Abah Elang, islah lebih mulia daripada klarifikasi, dan duduk bersama jauh lebih bernilai daripada merasa paling benar. Mengalah demi persatuan bukan kekalahan, melainkan bentuk kedewasaan.
“Wibawa ulama justru tumbuh ketika ego menyusut dan umat kembali teduh,” ungkapnya.

 

Meski harapan islah ditujukan kepada semua pihak yang berseteru, Abah Elang menilai secara simbolik beban etik terbesar berada pada Rais ‘Aam PBNU, bukan semata karena jabatan, melainkan karena nilai keteladanan yang melekat.
“Islah yang dimulai dari seorang Rais tidak akan dibaca sebagai kelemahan, melainkan keputusan besar yang menyelamatkan,” tegasnya.

 

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa NU tidak kekurangan dalil, forum, maupun mekanisme. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah keberanian untuk menghentikan alasan dan memulai persatuan.
“Sejarah NU tidak akan menilai panjangnya penjelasan. Ia akan mencatat siapa yang memilih memeluk persatuan ketika amanat jam’iyyah memanggil,” pungkas Abah Elang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913

Kepala SDN Malabar Bantah Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Cibadak Lebak

14 Maret 2026 - 20:11 WIB

file 000000003544720b8fbec1ed8bbc50d1

IMALA Soroti Kualitas Makanan MBG di Lebak, Desak Sidak Dapur dan Penutupan Jika Tak Penuhi Standar

14 Maret 2026 - 16:38 WIB

IMG 20260314 170920

Koalisi Aktivis Lebak Bersatu Surati ESDM Banten, Minta Audiensi dan Verifikasi Lapangan Terkait Galian Tanah Cadas di Desa Paja

14 Maret 2026 - 00:05 WIB

Screenshot 2026 03 14 07 02 42 99 439a3fec0400f8974d35eed09a31f914
Trending Banten