Bantenpopuler.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyoroti dugaan kejanggalan lintas tahun anggaran dalam pelaksanaan pemeliharaan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam. Sorotan ini disampaikan berdasarkan laporan dan rekomendasi kader HMI Cabang Lebak hasil pemantauan lapangan serta penelusuran dokumen perencanaan pembangunan desa.
Ilham, Calon Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Lebak, menyampaikan bahwa kader HMI menemukan indikasi bahwa program pemeliharaan JUT tidak berdiri dalam satu siklus anggaran, melainkan berlangsung secara berulang lintas tahun, namun tanpa penjelasan evaluatif yang memadai kepada publik.

“Kader HMI mencatat adanya pola pemeliharaan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Persoalannya, pelaksanaan lintas anggaran ini tidak disertai penjelasan yang transparan dan berpotensi melanggar hukum” ujar Ilham.
Ia menegaskan bahwa dalam tata kelola keuangan publik, khususnya Dana Desa, setiap tahun anggaran harus memiliki kejelasan perencanaan, output, dan outcome. Ketika sebuah program pemeliharaan terus dilaksanakan lintas tahun, maka harus ada alasan objektif dan evaluasi yang terbuka, bukan sekadar rutinitas anggaran.
Menurut laporan kader, kondisi fisik JUT di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan manfaat berkelanjutan sebagaimana tujuan awal pemeliharaan infrastruktur pertanian. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas penganggaran lintas tahun dan mekanisme pengawasan internal di tingkat desa.
“Lintas anggaran tanpa evaluasi yang jelas berpotensi melahirkan ketidakefisienan dan melemahkan akuntabilitas. Ini bukan tuduhan, tetapi catatan kritis yang harus dijawab secara terbuka,” tegasnya.
Berdasarkan temuan tersebut, HMI Cabang Lebak merekomendasikan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap program pemeliharaan JUT secara lintas tahun anggaran, mencakup konsistensi perencanaan, kualitas hasil pekerjaan, serta dampak nyata bagi petani sebagai penerima manfaat utama.
Selain itu, Formateur Ketua Umum HMI Cabang Lebak Anan Al-Jihad membenarkan akan laporan tersebut dan menegaskan peran aktif HMI di tengah tatanan pemerintahan untuk masyarakat
“Memang benar ada laporan kader serupa, pengurus saya tau harus bertindak seperti apa, ada bidang bidang yang memiliki peranannya dan dalam hal ini calon Bidang PTKP sudah saya arahkan untuk mengawal permasalahan tersebut. HMI akan terus aktif dalam semua sektore persoalan yang menyangkut masyarakat ”
Sebagai organisasi kader dan intelektual, HMI Cabang Lebak menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial berbasis data dan kajian akademik, guna memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan sosial.
“HMI akan terus menghimpun laporan kader dan menyampaikannya secara objektif dan bertanggung jawab, agar pembangunan desa tidak kehilangan arah dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.” tutup Ilham.





















