SERANG | Bantenpopuler.com — Dualisme kepemimpinan Karang Taruna Kabupaten Serang yang sempat memicu konflik berkepanjangan akhirnya berakhir. Dua kubu yang sebelumnya berseteru dan saling mengklaim legitimasi kepemimpinan kini sepakat berdamai dan bersatu untuk membangun Karang Taruna Kabupaten Serang secara bersama-sama.
Dua kubu tersebut masing-masing dipimpin oleh Bahrul Ulum, yang terpilih melalui Temu Karya Daerah (TKD) pada 21 Desember 2024 di Kota Serang, serta Desi Ferawati, yang terpilih dalam TKD tandingan pada 28 Desember 2024 di Kota Cilegon. Perseteruan bahkan sempat berlanjut hingga ke ranah hukum sebelum akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan damai.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, menyatakan bahwa konflik internal yang terjadi merupakan dinamika organisasi yang masih dalam batas kewajaran. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan Karang Taruna dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Pada akhirnya, saya bersama Ibu Desi sepakat untuk berkolaborasi demi kemajuan Karang Taruna. Kami menyatukan dua kubu dengan komposisi bersama dalam struktur kepengurusan,” ujar Bahrul Ulum, Minggu (21/12/2025).
Ulum menjelaskan, hasil kesepakatan tersebut menetapkan Desi Ferawati sebagai Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Serang, mendampingi dirinya sebagai ketua. Ia mengakui akan ada perombakan kepengurusan, meskipun bersifat terbatas dan tidak signifikan.
“Perombakan pasti ada, tetapi tidak banyak. Salah satunya posisi Ibu Desi dan unsur wakil ketua. Selebihnya tidak terlalu banyak berubah,” jelasnya.
Menurut Ulum, penyegaran organisasi melalui penyesuaian struktur kepengurusan merupakan mekanisme yang lazim dalam sebuah organisasi. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penolakan dari jajaran pengurus terkait perubahan tersebut.
“Tidak ada yang dihapus dari kepengurusan, hanya ada pergeseran posisi. Jadi, tidak menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Sementara itu, Desi Ferawati menegaskan bahwa keputusan berdamai diambil demi kepentingan bersama dan menjaga kondusivitas pemerintahan daerah. Ia menyebutkan bahwa dirinya dan Bahrul Ulum sama-sama merupakan bagian dari unsur pemerintahan, sehingga stabilitas organisasi kepemudaan menjadi hal yang penting.
“Perdamaian ini demi kebaikan bersama dan kondusivitas pemerintahan,” ujarnya.
Desi juga memastikan bahwa seluruh Pengurus Kecamatan (PK) yang sebelumnya mendukungnya telah menyatakan satu suara dan sepakat terhadap keputusan damai tersebut.
“Semua sudah sepakat dan satu suara. Saya menjamin itu,” pungkasnya.
Editor | Bantenpopuler.com





















