Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

KPK Soroti Dana Rp 234 Triliun Mengendap di Kas Daerah: Cermin Minimnya Skala Prioritas Pemda

badge-check

KPK Soroti Dana Rp 234 Triliun Mengendap di Kas Daerah: Cermin Minimnya Skala Prioritas PemdaPerbesar

JAKARTA | Bantenpopuler.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tajam temuan mencengangkan terkait dana sebesar Rp 234 triliun yang mengendap di rekening kas daerah seluruh Indonesia. KPK menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya perencanaan dan minimnya skala prioritas pemerintah daerah dalam menyalurkan anggaran untuk kepentingan publik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa dana publik semestinya segera dikucurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan dibiarkan mengendap di kas daerah.

“KPK terus mendorong agar perencanaan anggaran pemerintah daerah benar-benar menggunakan skala prioritas dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Budi kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).

Menurut Budi, dana yang menumpuk tanpa realisasi berpotensi menimbulkan persoalan baru dan menjadi indikator lemahnya tata kelola keuangan daerah. Ia mencontohkan kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) di Jawa Timur yang kini tengah ditangani KPK.

“Kasus pokmas di Jatim itu relevan. Banyak program hibah yang tidak disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Akibatnya, pembangunan tidak tepat sasaran dan membuka peluang penyimpangan,” tegas Budi.

Budi membeberkan, dalam kasus tersebut hanya sekitar 50-60 persen anggaran yang benar-benar digunakan untuk pembangunan. Sisanya bocor ke pihak-pihak tertentu melalui praktik gratifikasi dan suap.

KPK, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dan supervisi terhadap seluruh pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Melalui instrumen Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dengan delapan fokus area, KPK aktif memantau sektor perencanaan dan penganggaran agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami tidak hanya menindak, tetapi juga memastikan sistem penganggaran daerah berjalan transparan dan berorientasi pada kepentingan publik,” pungkasnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per 15 Oktober 2025, lima daerah dengan simpanan dana tertinggi di kas daerah adalah:

  1. DKI Jakarta – Rp 14,68 triliun
  2. Jawa Timur – Rp 6,84 triliun
  3. Kota Banjarbaru – Rp 5,16 triliun
  4. Kalimantan Utara – Rp 4,70 triliun
  5. Jawa Barat – Rp 4,17 triliun

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan data BI yang mencatat total dana mengendap di kas daerah mencapai Rp 234 triliun sepanjang Januari–September 2025. Rinciannya terdiri dari dana pemerintah kabupaten sebesar Rp 134,2 triliun, pemerintah provinsi Rp 60,2 triliun, dan pemerintah kota Rp 39,5 triliun.

Fenomena dana mengendap ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera memperbaiki tata kelola keuangan publik. Sebab, setiap rupiah yang mengendap adalah hak rakyat yang tertunda untuk dirasakan manfaatnya.

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

23 Sep 2026 - 17:38 WIB

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

23 Sep 2026 - 14:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

Asep Nuh Tegaskan Konsolidasi PPP Lebak Usai Dikukuhkan, Siap Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

21 Sep 2026 - 15:48 WIB

Asep Nuh Tegaskan Konsolidasi PPP Lebak Usai Dikukuhkan, Siap Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

21 Sep 2026 - 15:37 WIB

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

IMALA Desak Tes Urine Menyeluruh Seluruh Relawan SPPG di Kabupaten Lebak

21 Sep 2026 - 13:36 WIB

IMALA Desak Tes Urine Menyeluruh Seluruh Relawan SPPG di Kabupaten Lebak

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat

21 Sep 2026 - 11:25 WIB

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat

Pleno Pagar Nusa Lebak Tetapkan Royanudin sebagai PLT Ketua, PCNU Dorong Kaderisasi Pelatih Pesantren

19 Sep 2026 - 10:33 WIB

Pleno Pagar Nusa Lebak Tetapkan Royanudin sebagai PLT Ketua, PCNU Dorong Kaderisasi Pelatih Pesantren

Soroti Ketidakakuratan Data BPS, Anggota DPRD Lebak Media Juanda Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga Miskin Cijoro Pasir

18 Sep 2026 - 19:48 WIB

Soroti Ketidakakuratan Data BPS, Anggota DPRD Lebak Media Juanda Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga Miskin Cijoro Pasir
Trending Banten