Bantenpopuler.com – Program “Terima Kasih Muadzin” Tahap 2 yang digagas oleh Lembaga Takmir Masjid PBNU menuai kritik tajam dari salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai program tersebut tidak transparan dan cenderung memberikan harapan palsu kepada para muadzin yang telah mendaftar.
Peserta tersebut mengaku telah mengikuti seluruh tahapan pendaftaran sesuai dengan ketentuan yang diumumkan melalui akun resmi Instagram. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan terkait kelanjutan program, termasuk proses penilaian maupun pengumuman hasil.

“Kami sudah diminta lengkapi berkas, kirim video adzan, bahkan mengikuti seluruh prosedur. Tapi sampai sekarang tidak ada informasi lanjutan. Ini seperti PHP (pemberi harapan palsu) saja,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia juga mempertanyakan komitmen penyelenggara dalam menjalankan program yang membawa nama besar organisasi keagamaan. Menurutnya, jika program tersebut memang serius, seharusnya ada transparansi jadwal dan komunikasi yang jelas kepada peserta.
“Kalau memang ada kendala, sampaikan. Jangan dibiarkan menggantung. Ini menyangkut kepercayaan publik, apalagi banyak peserta yang berharap ada apresiasi nyata atas pengabdian mereka sebagai muadzin,” tambahnya.
Kritik juga diarahkan pada minimnya update resmi dari pihak penyelenggara sejak masa pendaftaran ditutup. Hal ini dinilai mencerminkan lemahnya manajemen program dan kurangnya tanggung jawab terhadap peserta.
Lebih jauh, peserta tersebut mendesak agar pihak penyelenggara segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Ia menegaskan, tanpa kejelasan, program ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang.
“Jangan sampai ini hanya jadi program seremonial tanpa realisasi. Kalau tidak siap menjalankan, lebih baik tidak usah membuka harapan bagi ratusan bahkan ribuan peserta,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lembaga Takmir Masjid PBNU terkait keterlambatan atau kejelasan lanjutan program tersebut.













