Menu

Mode Gelap
Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung Kepala SDN Malabar Bantah Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Cibadak Lebak IMALA Soroti Kualitas Makanan MBG di Lebak, Desak Sidak Dapur dan Penutupan Jika Tak Penuhi Standar

Nasional

Mengapa Korupsi Sulit Diberantas? Ini Akar Persoalannya

badge-check


					Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu. Perbesar

Ilustrasi visual yang menggambarkan korupsi sebagai pohon berakar kuat, tumbuh dari sikap mental, budaya kekuasaan, dan praktik suap yang terus dipelihara dari waktu ke waktu.

Jakarta – Korupsi di Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, berakar dari sikap mental yang keliru, bukan semata dari lemahnya aturan atau sistem pengawasan. Banyak pelaku korupsi justru tampil rapi, berwajah ramah, dan lantang berbicara soal integritas, namun sikap dan tindakannya bertolak belakang dengan nilai kejujuran.

Ketua Umum LSM Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB), Dede Mulyana, menegaskan bahwa persoalan korupsi merupakan kegagalan membangun karakter, terutama di kalangan pejabat dan pemegang kekuasaan.

design4223

“Fenomena ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya soal lemahnya pengawasan, tetapi kegagalan membangun sikap dan mental. Jabatan diperlakukan sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai amanah,” ujar Dede Mulyana dalam rilisnya.

ketua umum KPKB Dede Mulyana

Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana

Menurutnya, kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat justru sering disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan kelompok. Anggaran dimanipulasi, kewenangan diperdagangkan, dan program publik dijadikan ajang bancakan.

Ironisnya, praktik tersebut kerap ditutupi oleh budaya pencitraan. Prestasi dipoles lewat baliho besar dan slogan-slogan manis, sementara di balik layar terjadi manipulasi anggaran, suap, serta penyalahgunaan wewenang. Citra dijadikan topeng, sedangkan sikap jujur dan tanggung jawab ditinggalkan.

Dede Mulyana menilai, pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya mengandalkan penindakan hukum. Hukuman berat dan penjara memang penting, namun tidak akan menyentuh akar persoalan jika tidak dibarengi perubahan sikap dan mentalitas.

“Pendidikan integritas, keteladanan pemimpin, dan keberanian berkata benar harus menjadi fondasi utama. Tanpa itu, korupsi hanya akan berganti pelaku, bukan berhenti,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran publik. Rakyat kini semakin kritis dan tidak mudah percaya pada simbol, janji, atau pencitraan semu. Yang diharapkan adalah sikap nyata: kejujuran dalam bertindak, kesederhanaan dalam hidup, serta keberanian menolak korupsi meski ada kesempatan.

Selama sikap masih dikalahkan oleh pencitraan, korupsi akan terus menemukan ruang. Indonesia sejatinya tidak kekurangan aturan dan lembaga pengawas, namun masih kekurangan teladan.

Perubahan sejati, kata Dede, tidak lahir dari baliho atau slogan, melainkan dari sikap. Karena korupsi berawal dari sikap, maka pemberantasannya pun harus dimulai dari sikap.

editor: bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.

Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan

27 Februari 2026 - 21:46 WIB

Abah Elang mangkubumi

BARALAK Siap Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pungutan Rp10–15 Juta per Dokumen di Dinas LHK Banten Disorot Tajam

27 Februari 2026 - 11:42 WIB

Tampak depan Kantor DLHK Provinsi Banten dengan latar pepohonan hijau, dilengkapi headline “Somasi tidak digubris, Baralak siapkan langkah hukum” serta subjudul dugaan pungutan Rp10–15 juta per dokumen.

Abah Elang Mangkubumi Tegur Perjanjian Dagang Indonesia–AS

23 Februari 2026 - 07:31 WIB

IMG 20260110 WA0069 e1768025257106

Sidang Isbat 2026 Digelar di Hotel Borobudur, Menag Ungkap Alasannya

17 Februari 2026 - 11:56 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.
Trending berita