Lebak – Kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di PT. Cemindo terus menuai sorotan dari berbagai pihak. Selain dari kalangan aktivis, desakan juga datang dari unsur legislatif yang meminta keterbukaan informasi kepada publik.
Ketua DPRD Lebak dari PDI Perjuangan mendesak pihak perusahaan untuk bersikap transparan terkait insiden tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Terbuka saja gitu, kan sebenarnya kalau semuanya terbuka transparan, nantinya tidak ada pertanyaan dari publik,” tegasnya saat dikutip dari media online Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, aparat penegak hukum memastikan bahwa kasus tersebut telah dalam penanganan. Iptu Toto Hermawan, S.H dari Polda Banten menyampaikan bahwa perkara ini kini ditangani oleh Polres Lebak.
“Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Lebak,” ujarnya singkat.
di waktu yang berbeda, Ozi, Anggota Intelkam Polres Lebak saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Polres Lebak sudah menangani kasus tersebut
“ya, sudah ditangani polres di”. ujar Ozi saat dikonfirmasi wartawan melalui Whatsapp
Di sisi lain, Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) turut angkat suara dan mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada proses administratif semata, melainkan diusut secara menyeluruh hingga tuntas.
Aktivis IMALA, Sapnudi, menilai bahwa kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi adanya persoalan serius dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai ada pembiaran terhadap dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja. Ini harus menjadi evaluasi serius terhadap penerapan K3,” tegas Sapnudi.
Ia juga menyoroti bahwa kecelakaan kerja di lingkungan PT. Cemindo bukan pertama kali terjadi, sehingga perlu ada langkah tegas dari pihak berwenang.
“Ini kejadian yang berulang. Kalau tidak ada tindakan nyata, maka potensi korban berikutnya sangat besar. Keselamatan pekerja tidak boleh diabaikan,” lanjutnya.
Sebelumnya, insiden tersebut menewaskan Sigit Lidianto (45), pekerja asal Kecamatan Bayah yang bekerja sebagai Patroler BC Quarry di PT. Cemindo. Korban ditemukan pada pagi hari dalam kondisi terjepit di bagian pulley Belt Conveyor, alat pemindah material batu kapur di area pabrik.
Diduga, kecelakaan telah terjadi sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ditandai dengan sempat berhentinya operasional mesin, namun baru diketahui saat dilakukan pengecekan pada pagi hari.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Peristiwa ini kembali memantik perhatian publik terhadap pentingnya penerapan K3 di lingkungan industri, serta mendorong adanya investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT. Cemindo terkait insiden tersebut.














