Menu

Mode Gelap
Paseba Gugat Kepres Pengangkatan Sekda Banten, PTUN Jakarta Mulai Gelar Sidang

berita

Dugaan Jual Beli Akses Kerja di PT Nikomas Gemilang, 11 Pelamar Mengaku Setor Rp7–10 Juta

badge-check


					Ilustrasi praktik dugaan perantara tenaga kerja di lingkungan PT Nikomas Gemilang, Kabupaten Serang. (BantenPopuler.com) Perbesar

Ilustrasi praktik dugaan perantara tenaga kerja di lingkungan PT Nikomas Gemilang, Kabupaten Serang. (BantenPopuler.com)

SERANG — Dugaan praktik jual beli akses kerja mencuat di lingkungan PT Nikomas Gemilang, pabrik sepatu besar di kawasan industri Kibin, Kabupaten Serang. Seorang oknum pegawai berinisial DR diduga berperan sebagai perantara rekrutmen dengan menarik uang Rp7–10 juta dari pencari kerja.

Penelusuran wartawan BantenPopuler.com selama sepekan menemukan sedikitnya 11 orang mengaku telah menyetor uang kepada terduga. Pembayaran disebut sebagai “biaya administrasi” agar nama pelamar masuk prioritas penerimaan.

Seorang korban, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku menyerahkan uang secara langsung. Namun hingga kini ia belum menerima panggilan kerja. Komunikasi dengan terduga disebut makin sulit.

Para korban menyebut DR mengklaim memiliki akses internal dan dapat “mengondisikan” proses seleksi. Janji itu, menurut mereka, tak pernah terealisasi meski pembayaran telah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya.

Jika terbukti, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang melarang pungutan dalam proses rekrutmen, serta dapat mengarah pada dugaan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

Ketua umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara mengecam dugaan tersebut dan mendesak penyelidikan. Rekrutmen tenaga kerja, kata dia, harus transparan dan bebas pungutan liar karena menyangkut hak dasar masyarakat memperoleh pekerjaan.

Hingga laporan ini ditulis, manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi meski telah dimintai konfirmasi.

Kasus masih dalam penelusuran. Para korban mempertimbangkan langkah hukum, sementara wartawan terus menelusuri alur dana dan kemungkinan praktik serupa di balik dugaan broker tenaga kerja di salah satu industri terbesar di Banten itu.

Editor | Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasien Viral Dugaan Pungutan Ambulans Wafat di ICU RSUD Banten, Publik Desak Evaluasi Layanan Darurat

21 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ilustrasi pasien rujukan darurat dan ambulans di fasilitas kesehatan setelah kasus Ida Farida meninggal di ICU RSUD Banten

Imbauan Berulang, Peredaran Petasan di Lebak Belum Terkendali

21 Februari 2026 - 05:36 WIB

Ilustrasi petasan di lapak pasar dengan garis polisi saat Ramadan

FWB Desak Pemkab Serang Verifikasi Legalitas PT PWI Sebelum Terbitkan Izin Baru

19 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gerbang masuk PT Parkland World Indonesia di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang

RDP DPRD Lebak Bahas Pelaksanaan Pilkades PAW , 9 Desa Masih Dipimpin Pj

18 Februari 2026 - 09:12 WIB

“KETUA YAYASAN YASMITA JAYA” Disebut Aktivis Terlibat Pusaran Sengketa Lahan Tunjung Teja, Dinilai Cederai Nilai Pendidikan

18 Februari 2026 - 09:10 WIB

Ilustrasi sengketa lahan Tunjung Teja yang disorot aktivis Aliansi Banten Maju terkait kewenangan pengembalian lahan Rawa Enang.

Sidang Isbat 2026 Digelar di Hotel Borobudur, Menag Ungkap Alasannya

17 Februari 2026 - 11:56 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.
Populer berita