Menu

Mode Gelap
Paseba Gugat Kepres Pengangkatan Sekda Banten, PTUN Jakarta Mulai Gelar Sidang

Daerah

Air Mancur Balong Rancalentah Terbengkalai, Warga Soroti Anggaran dan Perawatan

badge-check


					Air Mancur Balong Rancalentah Terbengkalai, Warga Soroti Anggaran dan Perawatan Perbesar

LEBAK – Keberadaan air mancur di kawasan Balong Rancalentah, jantung Kota Rangkasbitung, kini menuai sorotan. Fasilitas yang semula digadang-gadang menjadi daya tarik wisata dan ikon ruang terbuka publik tersebut terlihat terbengkalai dan dinilai merusak estetika kawasan.

Pantauan di lokasi, instalasi air mancur tampak tidak berfungsi. Sejumlah bagian terlihat rusak, sementara di permukaan kolam tampak rongsokan yang mengapung. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pembangunan yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Diketahui, pembangunan air mancur tersebut bersumber dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai mencapai lebih dari Rp700 juta. Ironisnya, hingga saat ini fasilitas tersebut masih tercatat mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lebak.

Situasi tersebut memicu protes dari warga yang mempertanyakan efektivitas pengelolaan dan transparansi penggunaan anggaran. Masyarakat menilai, jika dana pemeliharaan rutin masih dialokasikan, seharusnya kondisi fasilitas tetap terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Forum LSM Kabupaten Lebak, Yayat Ruyatna, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Anggaran ratusan juta rupiah jangan sampai terkesan terbuang percuma. Jika masih ada dana pemeliharaan setiap tahun, publik berhak mengetahui realisasinya. Kami meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan atau menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Yayat. Minggu (22/2/26).

Menurutnya, Balong Rancalentah memiliki potensi besar sebagai ikon wisata kota dan ruang publik yang representatif. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan pengawasan yang transparan, fasilitas yang telah dibangun justru berisiko menjadi simbol pemborosan anggaran.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini dan rencana perbaikan air mancur tersebut.

editor:  Yudistira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imbauan Berulang, Peredaran Petasan di Lebak Belum Terkendali

21 Februari 2026 - 05:36 WIB

Ilustrasi petasan di lapak pasar dengan garis polisi saat Ramadan

Aktivis IMALA Minta PT. Cemindo Gemilang Perketat Kecelakaan Kerja Akibat Lalai K3

14 Februari 2026 - 03:54 WIB

Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak,

Tenaga Kerja Bongkar Muat di Port PT. Cemindo Gemilang Keluhkan Lambat Upah

13 Februari 2026 - 10:55 WIB

BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks

8 Februari 2026 - 09:16 WIB

Ilustrasi surat mutasi ASN palsu berstempel hoaks di Kabupaten Lebak

Diduga Dirundung Kepala Sekolah, Siswi SMPN 8 Nameng Alami Trauma Psikologis

2 Februari 2026 - 03:52 WIB

Gudang Misterius di Kalanganyar Diduga Kendalikan Peredaran Rokok Ilegal di Lebak

31 Januari 2026 - 08:22 WIB

Aktivitas bongkar muat rokok ilegal tanpa pita cukai di sebuah gudang di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten.
Populer berita