Menu

Mode Gelap
IMALA Soroti Dugaan Markup Program MBG di Lebak, Desak Audit dan Ingatkan Tanggung Jawab Korwil Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara Jaga Marwah Pemerintahan Lebak, Abah Elang Mangkubumi Ajak Semua Tokoh Bersatu Dukung Program Bupati DPRD Lebak Siapkan Dua Raperda Penting untuk Perlindungan Disabilitas dan Ketertiban Lalu Lintas IMALA Surati Disnaker Provinsi Banten, Desak Investigasi Dugaan Lemahnya Penerapan K3 di Port Cemindo 7 Tahun Tak Terima Bansos, Lansia di Lebak Baru Tahu Namanya Tercatat sebagai Penerima

Banten

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

badge-check


					Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara Perbesar

Bantenpopuler com – Tokoh Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI), Abah Elang Mangkubumi, menegaskan bahwa kebangkitan bangsa Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi harus bertumpu pada fondasi nilai spiritual yang kuat.

Hal tersebut disampaikannya dalam refleksi kebangsaan bertajuk “Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan: Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara”.

design4223

Menurut Abah Elang, sejarah membuktikan bahwa peradaban besar selalu berdiri di atas nilai-nilai moral dan spiritual yang kokoh. Tanpa fondasi tersebut, pembangunan hanya akan melahirkan kemajuan material yang rapuh dan kehilangan arah.

“Nusantara sejak dahulu merupakan tanah yang subur bagi lahirnya peradaban spiritual. Para ulama, wali, dan tokoh bangsa membangun masyarakat bukan hanya dengan kekuatan politik, tetapi dengan akhlak, keimanan, dan kesadaran bahwa manusia memikul amanah besar dari Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai hubungan antara Islam dan nasionalisme. Menurutnya, gagasan tersebut masih sangat relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Abah Elang menjelaskan bahwa Soekarno pernah menegaskan bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua kekuatan yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan seiring sebagai kekuatan moral dalam membangun bangsa.

“Nasionalisme yang sejati bukanlah nasionalisme yang sempit atau egoistik, tetapi nasionalisme yang berakar pada kemanusiaan dan keadilan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seorang Muslim yang memahami ajaran Islam secara mendalam justru akan memiliki semangat kebangsaan yang kuat, karena Islam mengajarkan persaudaraan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Abah Elang juga mengingatkan bahwa bangsa yang kehilangan spiritualitas berisiko terjebak dalam materialisme, kekuasaan tanpa moral, serta pembangunan yang tidak berpihak kepada kemanusiaan.

Sebaliknya, ketika spiritualitas menjadi fondasi kehidupan berbangsa, ilmu pengetahuan akan diarahkan untuk kemaslahatan rakyat, kekuasaan dijalankan sebagai amanah, dan persatuan dijaga sebagai tanggung jawab sejarah.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal peradaban yang sangat besar, mulai dari tradisi Islam yang kuat, budaya gotong royong, hingga nilai-nilai kebangsaan yang dirumuskan para pendiri bangsa dalam Pancasila.

Karena itu, ia menilai kebangkitan Nusantara tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan ekonomi semata. Kebangkitan sejati harus dimulai dari kebangkitan kesadaran spiritual dan tanggung jawab sejarah sebagai bangsa.

“Revolusi yang sejati adalah revolusi yang membangun manusia, yang menumbuhkan keberanian moral, semangat persatuan, dan pengabdian kepada tanah air,” ujarnya, mengutip pemikiran Soekarno.

Di akhir pernyataannya, Abah Elang menegaskan bahwa jika spiritualitas, Islam, dan kebangsaan dapat disatukan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara besar secara geografis maupun demografis.

“Indonesia berpotensi menjadi pusat kebangkitan peradaban baru yang membawa nilai keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan bagi dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IMALA Soroti Dugaan Markup Program MBG di Lebak, Desak Audit dan Ingatkan Tanggung Jawab Korwil

13 Maret 2026 - 11:15 WIB

IMG 20260313 WA0037 e1773400450522

Jaga Marwah Pemerintahan Lebak, Abah Elang Mangkubumi Ajak Semua Tokoh Bersatu Dukung Program Bupati

11 Maret 2026 - 11:32 WIB

IMG 20260311 WA0015

IMALA Surati Disnaker Provinsi Banten, Desak Investigasi Dugaan Lemahnya Penerapan K3 di Port Cemindo

10 Maret 2026 - 04:27 WIB

IMG 20260310 112155

Lebak Berjuang di Tengah Keterbatasan, Kepemimpinan Hasbi Jayabaya Diharapkan Membawa Kesejahteraan Rakyat

8 Maret 2026 - 12:59 WIB

IMG 20260308 WA0220 e1773023075354

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.

Dugaan Korupsi Pengadaan Interactive Flat Panel Menguat, BPI KPNPA RI Siapkan Aksi ke Kejati Banten

4 Maret 2026 - 08:43 WIB

BPI KPNPA RI Banten akan laporkan dugaan korupsi pengadaan Interactive Flat Panel Rp43 miliar ke Kejati Banten
Trending Banten