LEBAK | Bantenpopuler.com — Polemik dugaan penganiayaan terhadap EK, seorang office boy (OB) di lingkungan Inspektorat Kabupaten Lebak, yang diduga dilakukan oleh pejabat berinisial R, semakin memicu kemarahan publik. Setelah Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Yudistira, mengecam keras tindakan tersebut, kini Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri, S.Pd.I, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi besar.
Aksi tersebut, kata Hasan Basri yang akrab disapa Acong, akan digelar di dua titik: Kantor Inspektorat Kabupaten Lebak dan puncaknya di depan Kantor Bupati Lebak.

Acong menyebut aksi itu merupakan ekspresi kekecewaan sekaligus sikap resmi Baralak Nusantara atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan pejabat Inspektorat berinisial R hingga membuat korban memilih mundur karena tidak kuat menahan perlakuan kasar yang diterimanya.
“Kami tidak bisa membiarkan tindakan tidak manusiawi dan tidak beretika terjadi di lembaga yang seharusnya menjadi simbol integritas pemerintah. Penganiayaan terhadap pekerja OB adalah tindakan pengecut. Kami menuntut keadilan ditegakkan tanpa pandang jabatan,” tegasnya, Minggu (23/11/25).
Tuntutan Resmi Aksi Baralak Nusantara
- Menuntut Kepala Inspektorat Kabupaten Lebak mundur karena dianggap gagal melakukan pembinaan serta pengawasan internal.
- Mendesak Bupati Lebak agar memanggil dan memeriksa pejabat berinisial R atas dugaan penganiayaan tersebut.
- Mendorong Bupati Lebak melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum (APH) untuk diproses secara profesional tanpa tebang pilih.
Acong menegaskan bahwa dugaan penganiayaan itu bukan hanya pelanggaran etika aparatur, tetapi juga diduga kuat masuk dalam ranah pidana.
“Ini bukan sekadar urusan internal kantor, tetapi dugaan pelanggaran hukum yang harus diusut tuntas oleh APH. Tidak boleh ada pembiaran, tidak boleh ada pengendapan kasus,” ujarnya.
Ia menilai, diamnya Kepala Inspektorat Lebak dan absennya klarifikasi resmi justru memperkeruh suasana dan memicu spekulasi publik.
“Sampai berita ini dirilis, Kepala Inspektorat belum memberikan klarifikasi apa pun. Sikap bungkam ini menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan minimnya keberpihakan pada korban. Ini memperkuat alasan kami untuk turun ke jalan,” tegasnya.
Aksi Baralak Nusantara dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap keadilan dan integritas pemerintahan.
Baralak Nusantara memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga proses hukum berjalan dan pejabat yang diduga melakukan penganiayaan diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum. (red)













