Menu

Otomatis
Breaking News

berita

Abah Elang Mangkubumi: Kepemimpinan Banten Harus Menyatu antara Adab, Sejarah, dan Rakyat

badge-check

Abah KH. Elang Mangkubumi menyerukan nasionalisme sejati yang berpihak pada rakyat kecil.
Dalam kampanye moral bertajuk “Munafik!”, ia menegaskan bahwa nasionalisme bukan slogan, melainkan tindakan nyata membela petani, nelayan, dan masa depan bangsa.
(Dok. Istimewa / 2025)Perbesar

Abah KH. Elang Mangkubumi menyerukan nasionalisme sejati yang berpihak pada rakyat kecil. Dalam kampanye moral bertajuk “Munafik!”, ia menegaskan bahwa nasionalisme bukan slogan, melainkan tindakan nyata membela petani, nelayan, dan masa depan bangsa. (Dok. Istimewa / 2025)

SERANG | BantenPopuler.com — Fajar baru tengah menyapa Banten. Di bawah kepemimpinan Andra Soni sebagai Gubernur Banten pertama di era baru, bersama Fahmi Hakim sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten, harapan rakyat untuk menghadirkan pemerintahan yang beradab dan berpihak pada rakyat kembali menyala.

Dalam pandangan Abah Elang Mangkubumi, tokoh spiritual dan budayawan Banten, arah pembangunan dan kepemimpinan saat ini harus berpijak pada ruh kesultanan—bahwa kekuasaan adalah amanah, pembangunan adalah ibadah, dan rakyat adalah sumber legitimasi tertinggi.

“Banten bukan sekadar wilayah, tapi wasiat perjuangan.
Dari doa para sultan, dari darah para pejuang, dan dari kejujuran rakyatnya yang sederhana,”
Abah Elang Mangkubumi.

Sejarah panjang Banten tidak dimulai dari struktur pemerintahan modern, melainkan dari peradaban kesultanan yang dibangun atas dasar iman, ilmu, dan keadilan.
Dari Sultan Maulana Hasanuddin hingga Sultan Ageng Tirtayasa, Banten dikenal bukan hanya sebagai pusat perdagangan internasional, tetapi juga pusat pendidikan, kebudayaan, dan moral kekuasaan.

Bagi Abah Elang, warisan itu bukan sekadar kenangan, melainkan fondasi nilai yang harus dihidupkan kembali dalam setiap kebijakan publik.

Kepemimpinan Andra Soni dan Fahmi Hakim dipandang sebagai momentum lahirnya kembali semangat perjuangan Banten.
Mereka tidak hanya dihadapkan pada tantangan pembangunan fisik, tetapi juga tanggung jawab moral dan sejarah untuk menegakkan kembali marwah Banten sebagai tanah yang berdaulat dan berkeadilan.

“Pemimpin sejati adalah mereka yang menyatukan keberanian para sultan, kebijaksanaan ulama, dan profesionalitas zaman,” ujar Abah Elang.

Abah Elang menilai, berbagai program unggulan Gubernur Andra Soni menunjukkan arah pembangunan yang berakar pada nilai sejarah Banten:

  1. Revitalisasi Pendidikan dan Pesantren
    Menghidupkan kembali semangat Maulana Hasanuddin dengan memperkuat pesantren, madrasah, dan pendidikan karakter sebagai pusat peradaban ilmu dan akhlak.

  2. Pembangunan Ekonomi Berkeadilan
    Seperti Kesultanan Banten yang berjaya dalam perdagangan internasional dengan nilai kejujuran, Andra Soni menekankan pemberdayaan UMKM, lapangan kerja rakyat, dan ekonomi bermoral.

  3. Reformasi Birokrasi dan Pemerintahan Bersih
    Meneladani kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, tata kelola pemerintahan diarahkan pada transparansi, efisiensi, dan tanggung jawab publik.

  4. Pelestarian Warisan Budaya dan Keagamaan
    Melalui revitalisasi situs kesultanan, masjid bersejarah, dan kebudayaan lokal, nilai Islam dan nasionalisme Banten kembali diperkuat.

  5. Pemerataan Infrastruktur Rakyat
    Pembangunan tidak boleh hanya milik kota.
    Pedesaan, pesisir, dan pelosok juga harus merasakan kemajuan melalui infrastruktur publik yang adil dan berkelanjutan.

“Program bukan sekadar kerja, tapi wasilah pengabdian.
Dan pengabdian yang sejati adalah yang berpihak pada rakyat kecil,”
Abah Elang Mangkubumi.

Abah Elang menegaskan, Gubernur dan DPRD adalah dua pilar utama kepemimpinan daerah.
Keduanya harus berjalan seirama:
Gubernur sebagai pelaksana kebijakan, DPRD sebagai penyeimbang nurani publik.

“Andra Soni membawa arah, Fahmi Hakim menjaga nurani.
Bila keduanya seirama, Banten akan kuat dan beradab.”

Dalam pandangan Abah Elang, kepemimpinan baru di Banten bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi kelahiran peradaban baru yang meneladani Sultan Ageng Tirtayasa, menghormati ulama, dan memuliakan rakyat.

“Banten tidak butuh pemimpin yang berkuasa,
tapi pemimpin yang beradab,”
Abah Elang Mangkubumi,
Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aktivitas Belajar di Lebak Beralih Daring, Disdik Tunggu Hasil Kajian DLH

6 Sep 2026 - 11:50 WIB

Aktivitas Belajar di Lebak Beralih Daring, Disdik Tunggu Hasil Kajian DLH

Wisatawan Tak Perlu Takut Berlibur ke Anyer, Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

5 Sep 2026 - 16:55 WIB

Wisatawan Tak Perlu Takut Berlibur ke Anyer, Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

PMI Banten Imbau Warga Pesisir Selat Sunda Waspadai Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

5 Sep 2026 - 16:29 WIB

PMI Banten Imbau Warga Pesisir Selat Sunda Waspadai Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Status Level Siaga III

5 Sep 2026 - 13:33 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Status Level Siaga III

Ricuh! Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Pandeglang Diwarnai Saling Dorong dengan Aparat

3 Sep 2026 - 12:45 WIB

Ricuh! Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Pandeglang Diwarnai Saling Dorong dengan Aparat

Diduga Banyak Korban Lain, Eks Pekerja PT Tunas Andalan Sukses Desak Transparansi Uang Kompensasi PKWT

3 Sep 2026 - 11:43 WIB

Diduga Banyak Korban Lain, Eks Pekerja PT Tunas Andalan Sukses Desak Transparansi Uang Kompensasi PKWT

Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Berakhir Damai, Kuasa Hukum Ketua DPRD Lebak Apresiasi Polda Banten

3 Sep 2026 - 08:51 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Berakhir Damai, Kuasa Hukum Ketua DPRD Lebak Apresiasi Polda Banten

Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Berakhir Damai melalui Restorative Justice di Polda Banten

2 Sep 2026 - 16:09 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Berakhir Damai melalui Restorative Justice di Polda Banten
Trending Banten