Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

Banten

RDP Panas di DPRD Lebak: IMALA Ungkap Carut-Marut Tambang dan Ultimatum 14 Hari Perubahan

badge-check


					Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) melontarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, DPRD, dan aparat penegak hukum untuk membuka data tambang legal dan ilegal dalam waktu 14 hari. Desakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Lebak, Polres, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis (10/10/2025), Kantor DPRD Lebak. Perbesar

Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) melontarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, DPRD, dan aparat penegak hukum untuk membuka data tambang legal dan ilegal dalam waktu 14 hari. Desakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Lebak, Polres, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis (10/10/2025), Kantor DPRD Lebak.

LEBAK | Bantenpopuler.com – Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) melontarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, DPRD, dan aparat penegak hukum untuk membuka data tambang legal dan ilegal dalam waktu 14 hari. Desakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Lebak, Polres, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis (10/10/2025), Kantor DPRD Lebak.

 

design4223

“Sudah terlalu lama rakyat Lebak menjadi korban jalan rusak, debu tambang, dan permainan izin yang tidak jelas. Kami tidak akan diam jika pemerintah dan aparat terus saling lempar tanggung jawab,” tegas Sapnudi, Ketua II Bidang Hubungan Pemerintah, Masyarakat, dan Perguruan Tinggi IMALA dalam forum tersebut.

 

IMALA menilai seluruh instansi yang hadir gagal menunjukkan koordinasi dan keberanian politik untuk menuntaskan persoalan tambang. DPRD dinilai pasif dan tanpa inisiatif pengawasan karena tidak memiliki data tambang legal maupun ilegal.

 

“Rakyat hanya dijadikan tameng untuk menutupi praktik ilegal. DPRD seharusnya berada di garis depan membela kepentingan rakyat, bukan menunggu laporan,” ujar Sapnudi.

 

Sementara itu, Polres Lebak mengaku menangani tiga kasus tambang ilegal dua masih penyelidikan dan satu penyidikan namun enggan menjawab dugaan keterlibatan oknum aparat sebagai beking. IMALA menilai Polres belum menunjukkan komitmen mengusut aktor korporasi dan jaringan ekonomi besar di balik tambang ilegal.

DLH juga mengakui tidak memiliki data izin tambang yang lengkap dan hanya melakukan pengawasan reaktif setelah ada aduan masyarakat. “Bagaimana mungkin instansi pengawas tidak punya data tambang di wilayahnya sendiri? Ini kelalaian administratif yang serius,” kritik IMALA.

Sedangkan Dishub menyebut penertiban kendaraan tambang masih sebatas imbauan dan terkendala anggaran. IMALA menilai alasan itu tidak dapat diterima.

“Kerja pengawasan jangan berpatokan pada anggaran. Warga butuh tindakan nyata, bukan alasan klasik,” tegas Sapnudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913
Trending berita