Menu

Mode Gelap
BARALAK NUSANTARA Resmi Laporkan Dugaan Korupsi APBD Setwan DPRD Lebak ke Polda Banten IMALA Demo Kenaikan Dana Reses 22,8 Persen di DPRD Lebak, Soroti Krisis Empati Wakil Rakyat Dugaan Korupsi Pengadaan Interactive Flat Panel Menguat, BPI KPNPA RI Siapkan Aksi ke Kejati Banten Disnaker Lebak Respons Desakan Aktivis Soal K3 di Port Cemindo Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan BARALAK Siap Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pungutan Rp10–15 Juta per Dokumen di Dinas LHK Banten Disorot Tajam

berita

IMALA Demo Kenaikan Dana Reses 22,8 Persen di DPRD Lebak, Soroti Krisis Empati Wakil Rakyat

badge-check


					Seorang mahasiswa IMALA menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di depan gerbang DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026), dalam aksi menolak kenaikan dana reses 22,8 persen. (Foto: Dok. IMALA/Istimewa/Bantenpopuler.com) Perbesar

Seorang mahasiswa IMALA menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di depan gerbang DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026), dalam aksi menolak kenaikan dana reses 22,8 persen. (Foto: Dok. IMALA/Istimewa/Bantenpopuler.com)

LEBAK | Bantenpopuler.com — Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026). Aksi tersebut memprotes kenaikan dana reses anggota dewan sebesar 22,8 persen yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi riil masyarakat Kabupaten Lebak.

Dalam demonstrasi itu, massa membentangkan spanduk berisi kritik tajam dan membakar bebegig (orang-orangan sawah) yang ditempeli foto Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, sebagai simbol kekecewaan atas kebijakan tersebut.

design4223
Mahasiswa IMALA menggelar aksi unjuk rasa sambil membawa spanduk kritik dugaan kebocoran APBD Lebak di jalan menuju Kantor DPRD Lebak

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam IMALA melakukan long march sambil membawa spanduk bertuliskan kritik terhadap dugaan kebocoran APBD Lebak, Rabu (4/3/2026).

Koordinator aksi, Akmal, menegaskan bahwa kebijakan kenaikan dana reses di tengah berbagai persoalan daerah mencerminkan krisis empati wakil rakyat terhadap kebutuhan publik.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis anggaran, ini soal moral politik. Ketika rakyat menghadapi krisis gizi, pendidikan, dan ancaman bencana, yang justru dinaikkan adalah anggaran reses tanpa indikator kinerja yang jelas,” tegas Akmal dalam orasinya.

Menurutnya, Kabupaten Lebak masih dihadapkan pada indeks kebencanaan yang tinggi, persoalan stunting, serta angka putus sekolah yang memprihatinkan. Namun, transparansi penggunaan dana reses dinilai belum pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kenaikan dana reses DPRD Lebak ini mencapai miliaran rupiah. Seharusnya memperkuat representasi rakyat, bukan sekadar agenda seremonial atau konsolidasi elektoral,” ujarnya.

IMALA juga mengingatkan bahwa fungsi dan kewenangan DPRD telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang meliputi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Mahasiswa menilai, apabila fungsi anggaran tidak berpihak pada kebutuhan riil masyarakat dan pengawasan tidak berjalan efektif, maka legitimasi moral lembaga perwakilan patut dipertanyakan.

Akmal menambahkan, persoalan mendasar seperti jalan rusak, keterbatasan fasilitas kesehatan, ruang kelas tidak layak, hingga akses ekonomi masyarakat kecil seharusnya menjadi prioritas fiskal pemerintah daerah.

“Prioritas anggaran semestinya menyentuh kebutuhan publik secara langsung, bukan memperbesar belanja internal lembaga,” tandasnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD Kabupaten Lebak terkait tuntutan mahasiswa.

IMALA mendesak DPRD Lebak membuka data penggunaan dana reses secara transparan dan memastikan arah kebijakan fiskal benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

Editor | Bantenpopuler.com
(Tegas • Faktual • Tajam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BARALAK NUSANTARA Resmi Laporkan Dugaan Korupsi APBD Setwan DPRD Lebak ke Polda Banten

4 Maret 2026 - 18:00 WIB

Ketua Umum BARALAK Nusantara, Yudistira, menunjukkan berkas laporan pengaduan dugaan korupsi APBD 2024–2025 di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak dengan bukti tanda terima dari Polda Banten.

Dugaan Korupsi Pengadaan Interactive Flat Panel Menguat, BPI KPNPA RI Siapkan Aksi ke Kejati Banten

4 Maret 2026 - 08:43 WIB

BPI KPNPA RI Banten akan laporkan dugaan korupsi pengadaan Interactive Flat Panel Rp43 miliar ke Kejati Banten

Disnaker Lebak Respons Desakan Aktivis Soal K3 di Port Cemindo

28 Februari 2026 - 16:18 WIB

56068 disnaker

BARALAK Siap Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pungutan Rp10–15 Juta per Dokumen di Dinas LHK Banten Disorot Tajam

27 Februari 2026 - 11:42 WIB

Tampak depan Kantor DLHK Provinsi Banten dengan latar pepohonan hijau, dilengkapi headline “Somasi tidak digubris, Baralak siapkan langkah hukum” serta subjudul dugaan pungutan Rp10–15 juta per dokumen.

Dua Proyek APBD Banten Akan di Laporkan Aktivis ke APH, Baralak: Infrastruktur Bermasalah Ancam Keselamatan Publik

26 Februari 2026 - 07:33 WIB

Dua Proyek APBD Banten Disorot Aktivis Antikorupsi

Aktivis IMALA Desak Disnaker Investigasi Dugaan Lemahnya K3 di Port Cemindo

24 Februari 2026 - 20:56 WIB

IMG 20260215 WA0007 e1771972221882
Trending Banten