Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Banten

Diduga Banyak Korban Lain, Eks Pekerja PT Tunas Andalan Sukses Desak Transparansi Uang Kompensasi PKWT

badge-check

Diduga Banyak Korban Lain, Eks Pekerja PT Tunas Andalan Sukses Desak Transparansi Uang Kompensasi PKWTPerbesar

​Lebak — Praktik ketenagakerjaan yang merugikan kembali disorot setelah MAF, mantan pekerja kontrak di PT Tunas Andalan Sukses, (salah satu yayasan di PT. Aplus) mengalami kesulitan besar dalam menuntut transparansi dan kejelasan hak uang kompensasi pasca-berakhirnya masa kerja beliau pada Agustus 2026 lalu.

​Berdasarkan surat resmi perusahaan Nomor: 076/HRD-TUAS/RKS/VIII/2026 yang ditandatangani oleh Departemen HRD PT Tunas Andalan Sukses tertanggal 16 Agustus 2026, masa kontrak eks pekerja yang berinisial MAF sebagai Operator Crusher di Divisi Produksi PVC dengan penempatan di Rangkasbitung dinyatakan berakhir terhitung mulai 17 Agustus 2026, setelah masa kerja berjalan selama 9 bulan sejak perjanjian kerja (PKWT Nomor: 113/HRD-TUAS/PKWT/RKS/II/2026).

​Namun, kejelasan mengenai hak finansial normatif—khususnya uang kompensasi pengakhiran Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia hingga kini justru dipersulit dan ditutup rapat oleh pihak manajemen perusahaan.

​Kesulitan Memperoleh Penjelasan dari Manajemen HRD

​Menurut keterangan korban, saat dirinya berupaya mempertanyakan hak uang kompensasi tersebut kepada pihak HRD PT Tunas Andalan Sukses melalui sambungan Whastapp, namun pihak manajemen terkesan menghindar, memberikan jawaban berbelit-belit, dan gagal memberikan transparansi perhitungan yang transparan.

​“Kami hanya meminta hak kami sesuai aturan yang berlaku. Kontrak diputus, tetapi penjelasan mengenai hak uang kompensasi seolah ditutup-tutupi dan dipersulit oleh pihak HRD PT Tunas Andalan Sukses,” ungkap MAF dengan nada kecewa.

​Disinyalir Banyak Korban Lain

​Tidak hanya berhenti pada satu kasus, penelusuran lebih lanjut menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kasus yang dialami oleh MAF bukanlah insiden tunggal. Terdapat dugaan kuat bahwa masih banyak buruh atau pekerja kontrak lainnya di PT Tunas Andalan Sukses yang mengalami nasib serupa hak uang kompensasi mereka diabaikan atau tidak dibayarkan secara layak saat kontrak mereka berakhir, tanpa ada wadah pengaduan yang jelas.

​Praktik semacam ini dinilai mencederai hak-hak dasar pekerja kontrak dan melanggar ketentuan hukum ketenagakerjaan nasional yang mewajibkan perusahaan memberikan uang kompensasi kepada pekerja PKWT yang telah berakhir masa kerjanya.

​Desakan Tindak Lanjut dan Langkah Hukum

​Melihat gelagat buruk dari manajemen PT Tunas Andalan Sukses, pihak korban bersama para pendamping buruh berencana untuk melaporkan permasalahan ini secara resmi kepada instansi terkait, yakni Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, guna menuntut audit ketenagakerjaan dan penegakan hak normatif para pekerja.

​Rilis berita ini diterbitkan agar publik, instansi pengawas ketenagakerjaan, serta lembaga perlindungan buruh dapat memberikan perhatian serius terhadap dugaan pelanggaran hak buruh yang dilakukan oleh PT Tunas Andalan Sukses di Tangerang dan Rangkasbitung.

​Catatan Redaksi:

Pihak redaksi terbuka dan menyediakan ruang bagi manajemen PT Tunas Andalan Sukses untuk memberikan hak jawab serta klarifikasi resmi. Hingga rilis berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau konfirmasi dari pihak HRD perusahaan.

Baca juga:

Apa saja kompensasi yang didapat pekerja/buruh dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*

PT Joy Max Two Segera Dibuka di Rangkasbitung, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja Tuai Apresiasi Baralak Nusantara

28 Okt 2026 - 13:41 WIB

PT Joy Max Two Segera Dibuka di Rangkasbitung, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja Tuai Apresiasi Baralak Nusantara

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran

28 Okt 2026 - 08:46 WIB

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran
Trending Headline