Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

Kepala Baperida Lebak Dipanggil KND, Dugaan Pelanggaran Hak Disabilitas Disorot Publik

badge-check

Dokumen resmi Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI bertanggal 6 November 2025, yang berisi undangan diskusi klarifikasi kepada Kepala Baperida Lebak terkait dugaan pelanggaran hak dua perempuan Tuli, RU dan SF. (screenshot Surat Undangan)Perbesar

Dokumen resmi Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI bertanggal 6 November 2025, yang berisi undangan diskusi klarifikasi kepada Kepala Baperida Lebak terkait dugaan pelanggaran hak dua perempuan Tuli, RU dan SF. (screenshot Surat Undangan)

LEBAK | Bantenpopuler.com — Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia resmi memanggil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, untuk memberikan klarifikasi atas dugaan pelanggaran hak penyandang disabilitas.

Pemanggilan tersebut tertuang dalam Surat KND Nomor B.741/1.7/KND.02.02.00/11/2025, yang diterbitkan di Jakarta pada awal November 2025.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan seorang ibu penyandang disabilitas Tuli yang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan seorang rekannya — dua perempuan Tuli berinisial RU dan SF.

Peristiwa bermula pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB, ketika keduanya melintas di area Kantor Baperida Kabupaten Lebak. Tanpa sengaja, mereka menyaksikan dugaan perbuatan tidak senonoh di salah satu ruangan kantor yang masih menyala lampunya.

Namun, ketika kesaksian mereka dibandingkan dengan rekaman CCTV, tidak ditemukan bukti visual yang memperkuat pernyataan tersebut. Sejumlah pihak pun terburu-buru menyimpulkan bahwa kesaksian dua perempuan Tuli itu tidak benar, bahkan mengejek mereka seolah melihat hantu.

Stigma dan diskriminasi tersebut memantik perlawanan moral dari ibu RU. Ia menolak keras anaknya dicap berbohong hanya karena memiliki keterbatasan komunikasi.

Dengan keberanian luar biasa, ia mengajukan laporan resmi ke Komisi Nasional Disabilitas RI melalui kanal Disabilitas Tanah Air 143 (DiTA 143).

Laporan itu diterima oleh KND pada 31 Oktober 2025, dan diperkuat dengan kehadiran keluarga RU di kantor KND Jakarta Timur pada 5 November 2025.

Dari hasil analisis awal, KND menilai kesaksian dua perempuan Tuli tersebut benar adanya—bahwa mereka menyaksikan peristiwa manusiawi, bukan hal mistis sebagaimana dituduhkan sejumlah pihak.

Dalam surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua KND, Dr. Dante Rigmalia, lembaga independen negara itu menegaskan bahwa terdapat indikasi kuat pelanggaran hak-hak penyandang disabilitas, meliputi:

  1. Tidak tersedianya akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas Tuli saat memberikan kesaksian.
  2. Dugaan trauma psikologis akibat perlakuan tidak manusiawi dan stigma sosial.
  3. Penyangkalan terhadap kesaksian penyandang disabilitas, yang melanggar prinsip kesetaraan di depan hukum.

KND menegaskan, pemanggilan Kepala Baperida Lebak bersifat segera dan dijadwalkan pada Selasa, 11 November 2025 pukul 10.00 WIB, di Ruang Rapat KND, Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk klarifikasi dan pertanggungjawaban institusional, serta memastikan seluruh pihak memahami kewajiban menghormati hak-hak penyandang disabilitas.

Surat itu juga ditembuskan kepada Komisioner KND Dr. Rachmita M. Harahap, serta beberapa pihak berkepentingan seperti Saudari Ratu, Syifa, Yudi, dan Omat.

Simbol Keberanian dan Pembuktian Kebenaran

Kasus ini menjadi cermin nyata bagaimana suara penyandang disabilitas sering kali diabaikan dan dipelintir oleh stigma sosial. Namun berkat keteguhan seorang ibu, kebenaran mulai menemukan jalannya.

Langkah cepat dan tegas KND menegaskan bahwa negara tidak boleh abai. Perlindungan terhadap penyandang disabilitas adalah tolak ukur kemanusiaan dan keadilan hukum di negeri ini.

Kasus di Lebak kini menjadi preseden penting secara nasional dalam penegakan hak-hak disabilitas — bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki martabat, suara, dan kebenaran yang wajib dihormati.

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

4 Nov 2026 - 05:02 WIB

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

Mahasiswa Dihadang, Massa Diduga Bayaran Difasilitasi? Abah Elang Sentil Keras Polda Metro Jaya!

2 Nov 2026 - 10:39 WIB

Mahasiswa Dihadang, Massa Diduga Bayaran Difasilitasi? Abah Elang Sentil Keras Polda Metro Jaya!

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*
Trending Banten