Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

berita

Dugaan Asusila di Kantor Bapelitbangda Lebak: Dua Pemudi Disabilitas Menjadi Saksi Tak Sengaja

badge-check


					Ilustrasi menampilkan suasana malam di depan gedung Bapelitbangda Kabupaten Lebak, saat dua saksi disabilitas melihat aktivitas mencurigakan di dalam ruangan kantor. Perbesar

Ilustrasi menampilkan suasana malam di depan gedung Bapelitbangda Kabupaten Lebak, saat dua saksi disabilitas melihat aktivitas mencurigakan di dalam ruangan kantor.

LEBAK, bantenpopuler.com,- Malam hampir sempurna ketika jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, Selasa (21/10/2025). Di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Lebak, suasana tampak lengang. Matahari baru saja bersembunyi di balik deretan pohon dan gedung di pusat kota Rangkasbitung, menyisakan cahaya senja yang memudar menjadi gelap.

Di antara gedung-gedung itu, hanya sedikit cahaya yang menembus jendela kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Lebak.

design4223

Namun di balik ketenangan malam itu, dua pemudi penyandang disabilitas, RU (20) dan SF (20), justru mengaku menyaksikan sesuatu yang tak wajar di ruang publik pemerintahan.

“Saya tidak sengaja lihat dari jendela, ada tiga orang di dalam, dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka seperti sedang melakukan perbuatan mesum,” tutur RU melalui bahasa isyarat, diterjemahkan oleh pendampingnya saat ditemui tim Bantenpopuler.com, Minggu (26/10/2025).

Saksi Tak Sengaja

Sore itu, RU dan SF baru saja selesai berolahraga di sekitar Alun-alun Rangkasbitung. Dalam perjalanan pulang, mereka melintas di sisi timur gedung Bapelitbangda—jalur sempit yang jarang dilalui warga.

“Tempatnya agak gelap, tapi tiba-tiba ada cahaya dari dalam. Lalu gordennya dibuka,” ujar RU.

Dari sela gorden yang tersingkap, RU mengaku melihat tiga sosok di dalam ruangan. “Saya kaget. Tapi salah satu dari mereka, laki-laki, melihat ke arah saya. Dia lalu membuka jendela dan membentak: Pergi sana! katanya menirukan.

RU yang terkejut langsung menarik tangan SF. “Kami takut, terus langsung pulang,” sambungnya.

SF membenarkan kesaksian itu. “Iya, saya juga lihat. Perempuannya seperti masih muda, mungkin siswi magang. Ada dua laki-laki di situ,” ujarnya dengan nada lirih.

Beberapa hari setelah kejadian, tim Bantenpopuler.com mencoba menelusuri dugaan tersebut. Kepada RU diperlihatkan sejumlah foto pegawai Bapelitbangda. Dari belasan wajah yang ditunjukkan, RU tanpa ragu menunjuk satu sosok laki-laki.
Itu orang yang buka gorden dan suruh kami pergi,” katanya mantap.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bapelitbangda. Saat dihubungi, Kepala Bapelitbangda Yosef Nurcholis  berjanji akan mengusut tuntas persoalan adanya dugaan perbuatan mesum tersebut, “Saya sudah perintahkan Sekban untuk menangani dan menelusuri sejauh mana kebenarannya” kata Yosef via sambungan watsapp

Tim investigasi Bantenpopuler.com juga masih menelusuri keberadaan siswi magang di kantor tersebut pada hari kejadian, serta berusaha memeriksa rekaman CCTV yang mungkin merekam aktivitas di sekitar lokasi.

Suara dari Rumah Saksi

Ibu RU yang ditemui di kediamannya menyebut area sisi timur kantor memang jarang digunakan di luar jam dinas. “Biasanya gelap, tidak ada orang sore-sore. Kalau benar ada aktivitas malam hari, itu aneh. Harus diselidiki,” ujarnya.

Sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Lebak yang dimintai tanggapan enggan berkomentar terbuka. Namun salah satu sumber internal mengakui, gedung Bapelitbangda memang memiliki beberapa ruangan yang sering kosong selepas jam kerja. “Kalau ada kegiatan malam hari, pasti mencurigakan,” katanya singkat.

Kesaksian dua perempuan disabilitas ini membuka tabir baru tentang potret moral birokrasi di daerah. Jika benar dugaan itu terbukti, maka peristiwa ini bukan sekadar persoalan etika pribadi—melainkan juga pelanggaran berat terhadap nilai-nilai aparatur sipil negara di ruang publik.

Hingga kini, tim investigasi Bantenpopuler.com masih terus menggali informasi tambahan dari berbagai pihak. Publik menunggu, sejauh mana pemerintah daerah berani menindak dan menelusuri dugaan perbuatan tak senonoh yang terjadi di jantung institusi perencana pembangunan Kabupaten Lebak.

editor| bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913
Trending berita