Menu

Mode Gelap
Polda Banten Bongkar 7 Kasus Tambang Ilegal di Lebak, Aktivitas di TNGHS Disorot Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3 Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman Bupati Lebak Disorot, Koalisi Aktivis Banten Maju Desak PDIP Bertindak Tegas Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

Daerah

Air Mancur Balong Rancalentah Terbengkalai, Warga Soroti Anggaran dan Perawatan

badge-check


					Air Manvur terbengkalai di Balong Ranca Lentah Rangksbitung Kabupaten Lebak, foto: bantenpopuer.com Perbesar

Air Manvur terbengkalai di Balong Ranca Lentah Rangksbitung Kabupaten Lebak, foto: bantenpopuer.com

LEBAK – Keberadaan air mancur di kawasan Balong Rancalentah, jantung Kota Rangkasbitung, kini menuai sorotan. Fasilitas yang semula digadang-gadang menjadi daya tarik wisata dan ikon ruang terbuka publik tersebut terlihat terbengkalai dan dinilai merusak estetika kawasan.

Pantauan di lokasi, instalasi air mancur tampak tidak berfungsi. Sejumlah bagian terlihat rusak, sementara di permukaan kolam tampak rongsokan yang mengapung. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pembangunan yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

design4223

Diketahui, pembangunan air mancur tersebut bersumber dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai mencapai lebih dari Rp700 juta. Ironisnya, hingga saat ini fasilitas tersebut masih tercatat mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lebak.

Situasi tersebut memicu protes dari warga yang mempertanyakan efektivitas pengelolaan dan transparansi penggunaan anggaran. Masyarakat menilai, jika dana pemeliharaan rutin masih dialokasikan, seharusnya kondisi fasilitas tetap terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Forum LSM Kabupaten Lebak, Yayat Ruyatna, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Anggaran ratusan juta rupiah jangan sampai terkesan terbuang percuma. Jika masih ada dana pemeliharaan setiap tahun, publik berhak mengetahui realisasinya. Kami meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan atau menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Yayat. Minggu (22/2/26).

Menurutnya, Balong Rancalentah memiliki potensi besar sebagai ikon wisata kota dan ruang publik yang representatif. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan pengawasan yang transparan, fasilitas yang telah dibangun justru berisiko menjadi simbol pemborosan anggaran.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini dan rencana perbaikan air mancur tersebut.

editor:  Yudistira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913

Kepala SDN Malabar Bantah Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Cibadak Lebak

14 Maret 2026 - 20:11 WIB

file 000000003544720b8fbec1ed8bbc50d1

IMALA Demo Kenaikan Dana Reses 22,8 Persen di DPRD Lebak, Soroti Krisis Empati Wakil Rakyat

4 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mahasiswa IMALA berorasi di depan gerbang DPRD Lebak saat aksi penolakan kenaikan dana reses, dengan latar spanduk kritik dan aksi pembakaran bebegig

Disnaker Lebak Respons Desakan Aktivis Soal K3 di Port Cemindo

28 Februari 2026 - 16:18 WIB

56068 disnaker
Trending Banten