Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Daerah

Air Mancur Balong Rancalentah Terbengkalai, Warga Soroti Anggaran dan Perawatan

badge-check


					Air Manvur terbengkalai di Balong Ranca Lentah Rangksbitung Kabupaten Lebak, foto: bantenpopuer.com Perbesar

Air Manvur terbengkalai di Balong Ranca Lentah Rangksbitung Kabupaten Lebak, foto: bantenpopuer.com

LEBAK – Keberadaan air mancur di kawasan Balong Rancalentah, jantung Kota Rangkasbitung, kini menuai sorotan. Fasilitas yang semula digadang-gadang menjadi daya tarik wisata dan ikon ruang terbuka publik tersebut terlihat terbengkalai dan dinilai merusak estetika kawasan.

Pantauan di lokasi, instalasi air mancur tampak tidak berfungsi. Sejumlah bagian terlihat rusak, sementara di permukaan kolam tampak rongsokan yang mengapung. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pembangunan yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

design4223

Diketahui, pembangunan air mancur tersebut bersumber dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai mencapai lebih dari Rp700 juta. Ironisnya, hingga saat ini fasilitas tersebut masih tercatat mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lebak.

Situasi tersebut memicu protes dari warga yang mempertanyakan efektivitas pengelolaan dan transparansi penggunaan anggaran. Masyarakat menilai, jika dana pemeliharaan rutin masih dialokasikan, seharusnya kondisi fasilitas tetap terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Forum LSM Kabupaten Lebak, Yayat Ruyatna, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Anggaran ratusan juta rupiah jangan sampai terkesan terbuang percuma. Jika masih ada dana pemeliharaan setiap tahun, publik berhak mengetahui realisasinya. Kami meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan atau menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Yayat. Minggu (22/2/26).

Menurutnya, Balong Rancalentah memiliki potensi besar sebagai ikon wisata kota dan ruang publik yang representatif. Namun tanpa pengelolaan yang serius dan pengawasan yang transparan, fasilitas yang telah dibangun justru berisiko menjadi simbol pemborosan anggaran.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini dan rencana perbaikan air mancur tersebut.

editor:  Yudistira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer

18 Juni 2026 - 09:51 WIB

Screenshot 20260618 164941 ChatGPT

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat

14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Screenshot 20260614 195335 Gallery

AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

8 Juni 2026 - 05:24 WIB

Screenshot 20260608 122028 ChatGPT

Inspiratif! Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Ubah Momen Kelulusan Menjadi Ajang Menata Masa Depan

3 Juni 2026 - 06:33 WIB

Screenshot 20260603 120609 ChatGPT

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037
Trending Banten